Ibu Negara Meksiko Carmen Romano dan Presiden José López Portillo mendampingi Permaisuri Iran Tadj ol-Molouk di Kota Meksiko; 1978.
Kontak diplomatik pertama antara Iran Qajar (yang saat itu dikenal sebagai Persia) dan Meksiko era Porfiriato terjadi pada tahun 1889. Pada bulan Mei 1903, sebuah perjanjian persahabatan ditandatangani antara kedua negara; tetapi, perjanjian tersebut kemudian dihapuskan dan dinyatakan batal demi hukum oleh pemerintah Iran pada bulan Mei 1928 karena suatu alasan teknis.[1] Pada tahun 1937, sebuah perjanjian baru ditandatangani antara kedua negara dan pada tanggal 15 Oktober 1964, hubungan diplomatik formal terjalin.[1]
Pada bulan Mei 1975, Mohammad Reza Pahlavi melakukan kunjungan tingkat tinggi ke Meksiko di mana ia bertemu dengan Presiden Luis Echeverría.[2] Selama kunjungan Shah, ia dan Echeverría membahas peristiwa yang terjadi di Timur Tengah pada saat itu; kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat hubungan bilateral mereka dan membuka kedutaan besar di ibu kota masing-masing.[2] Pada bulan Juli 1975, Echeverría melakukan kunjungan resmi ke Iran, kunjungan pertama dan satu-satunya ke negara tersebut oleh seorang kepala negara Meksiko yang sedang menjabat.[3]
Pada bulan Januari 1978, demonstrasi anti-pemerintah meningkat di Iran, dan diikuti oleh Revolusi Islam. Monarki Iran kemudian dihapuskan dan diganti dengan republik Islam sementara Dinasti Pahlavi melarikan diri dari negara itu ke pengasingan. Setelah pertama kali melarikan diri ke Mesir, Maroko, dan kemudian Bahama, keluarga Pahlavi tiba di Meksiko pada bulan Juni 1979, di mana mereka diberikan suaka politik. Karena takut akan pembalasan oleh rakyat Iran dan pemerintah baru atas keputusannya mengizinkan Shah untuk mencari suaka di Meksiko; Meksiko menutup kedutaan besarnya di Teheran pada tahun yang sama. Akibatnya, Iran menurunkan perwakilan diplomatiknya di Meksiko menjadi kuasa usaha. Pada bulan Oktober 1979, Shah meninggalkan Meksiko dan memasuki Amerika Serikat untuk perawatan kanker; ia kemudian meninggal karena penyakitnya pada bulan Juli 1980 di Kairo, Mesir.[1][4]
Pada bulan Juli 1992, Meksiko membuka kembali kedutaan besarnya di Teheran dan pada tahun 1994, sebuah konferensi gabungan Iran–Meksiko diadakan di Teheran dengan tujuan untuk memperkuat hubungan bilateral. Konferensi kedua diadakan tujuh tahun kemudian, pada tahun 2001, di Kota Meksiko.[1] Pada bulan Desember 2014, sebuah delegasi parlemen Iran mengunjungi Meksiko untuk memperingati 50 tahun sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik.[5] Pada bulan Februari 2018, pertemuan konsultasi politik bilateral pertama diadakan di Kota Meksiko.[6]
Kedua negara telah menandatangani beberapa perjanjian bilateral seperti Perjanjian Persahabatan (1903); Perjanjian Kerjasama Ilmiah dan Teknis (1975); Perjanjian Kerjasama Kebudayaan (1975); Komisi Bersama (1993); Nota Kesepahaman untuk Memperkuat Hubungan Antar Parlemen (2014); dan Nota Kesepahaman tentang Konsultasi Politik (2015).[6][8]
Hubungan perdagangan
Pada tahun 2023, total perdagangan kedua negara mencapai US$14,9 juta.[9] Ekspor utama Iran ke Meksiko meliputi: polimer dalam propilena atau olefin lainnya, peralatan pelindung sirkuit listrik, suku cadang dan aksesori mesin, kulit, instrumen untuk peralatan medis, ikan, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Ekspor utama Meksiko ke Iran meliputi: suku cadang dan aksesori mesin, barang farmasi, serta peralatan kesehatan mulut dan gigi.[9]