Walaupun beberapa orang berpendapat bahwa revolusi masih berlangsung, rentang-waktu terjadinya revolusi terjadi pada 7 Januari1978 dengan demonstrasi besar pertama,[11] dan ditutup dengan disetujuinya konstitusiteokrasi baru - di mana Khomeini menjadi Pemimpin Tertinggi negara - pada Desember1979. Sebelumnya, Mohammad Reza Pahlavi meninggalkan Iran dan menjalani pengasingan pada 16 Januari1979 setelah pemogokan dan demonstrasi melumpuhkan negara, dan pada 1 Februari1979 Ayatullah Khomeini kembali ke Teheran yang disambut oleh beberapa juta Bangsa Iran.[12] Kejatuhan terakhir Dinasti Pahlavi segera terjadi setelah 11 Februari di mana Angkatan Bersenjata Iran menyatakan dirinya netral setelah gerilyawan dan pasukan pemberontak mengalahkan tentara yang loyal kepada Shah dalam pertempuran jalanan. Iran secara resmi menjadi Republik Islam pada 1 April1979 ketika sebagian besar Bangsa Iran menyetujuinya melalui referendum nasional.[13]
Revolusi ini memiliki keunikan tersendiri karena mengejutkan seluruh dunia.[14] Tidak seperti berbagai revolusi di dunia, Revolusi Iran tidak disebabkan oleh kekalahan dalam perang, krisis moneter, pemberontakan petani, atau ketidakpuasan militer;[15] menghasilan perubahan yang sangat besar dengan kecepatan tinggi;[16] mengalahkan sebuah rezim, walaupun rezim tersebut dilindungi oleh angkatan bersenjata yang dibiayai besar-besaran dan pasukan keamanan;[17][18] dan mengganti monarki kuno dengan ajaran teokrasi yang didasarkan atas Guardianship of the Islamic Jurists (atau velayat-e faqih). Hasilnya adalah sebuah Republik Islam "yang dibimbing oleh ulama berumur 80 tahun yang diasingkan ke luar negeri dari Qom," sebagaimana seorang cendekiawan menyatakan, "jelas sebuah kejadian yang harus dijelaskan. ..."[19]
Revolusi ini terjadi kepada dua peringkat. Peringkat pertama bermula pada pertengahan 1977 hingga tahun 1979 yang dipimpin oleh pihak liberal, golongan haluan kiri dan kumpulan agama. Kesemua mereka memberontak menentang Shah Iran. Peringkat kedua yang turut dikenali sebagai Revolusi Islam menyaksikan naiknya Ayatollah menjadi pemimpin revolusi.
Sebab-sebab terjadinya revolusi
Penjelasan dari pertanyaan, "Mengapa revolusi terjadi?" Dapat dilihat di bawah ini:
Kesalahan-kesalahan Shah
Shah Mohammad Reza Pahlavi menjalankan pemerintahan yang brutal, korup, dan boros. Kebijakan-kebijakan ekonomi pemerintah yang terlalu ambisius menyebabkan inflasi tinggi, kelangkaan, dan perekonomian yang tidak efisien.[20][21] Kebijakan Shah yang kuat untuk melakukan westernisasi dan kedekatan dengan kekuatan barat (Amerika Serikat) berbenturan dengan identitas Muslim Syi'ah Iran[22] Hal ini termasuk pengangkatannya oleh Kekuatan Sekutu dan bantuan dari CIA pada 1953 untuk mengembalikannya ke kekuasaan, menggunakan banyak penasihat dan teknisi militer dari Militer Amerika Serikat dan pemberian kekebalan diplomatik kepada mereka. Ia, seperti ayahnya, Shah Reza Pahlevi merupakan orang yang sekuler, berbeda dengan cara pandang rakyat Iran pada umumnya yang sangat menghormati agama (Syiah) dalam kehidupan mereka sehari-hari. Semua hal tersebut membangkitkan nasionalisme Iran, baik dari pihak religius dan sekuler.[23] menganggap Shah sebagai boneka barat;[24][25].
Catatan kaki
↑Yarshater, Ehsan (2004). "Iran ii. Iranian History (2) Islamic period (page 6)". Dalam Yarshater, Ehsan (ed.). Encyclopædia Iranica, Volume XIII/3: Iran II. Iranian history–Iran V. Peoples of Iran. London and New York: Routledge & Kegan Paul. hlm.243–246. ISBN978-0-933273-89-4. Fear of the shah and his regime had disappeared, and anti-government and pro-Khomeini demonstrations escalated, with the soldiers refusing to shoot the offenders, who went on a rampage, burning cinemas and destroying banks and some government buildings.
↑Chalcraft, John (2016). "The Iranian Revolution of 1979". Popular Politics in the Making of the Modern Middle East. Cambridge University Press. hlm.445. ISBN978-1-107-00750-5. (...) thirty-seven days by a caretaker regime, which collapsed on 11 February when guerillas and rebel troops overwhelmed troops loyal to the shah in armed street fighting.
↑(Inggris)The Shah and the Ayatollah: Iranian Mythology and Islamic Revolution (Hardcover), ISBN 0-275-97858-3, oleh Fereydoun Hoveyda, saudara dari Amir Abbas Hoveyda.