Shapour Bakhtiar dilahirkan pada 1914 atau 1915 di Iran barat daya. Orangtuanya adalah Mohammad Reza (Sardar-e-Fateh) dan Naz-Baygom, keduanya Bakhtiari. Kakek Bakhtiar dari pihak ibunya, Najaf-Gholi Samsam ol-Saltaneh, dua kali diangkat sebagai perdana menteri, pada 1912 dan 1918. Ibu Bakhtiar meninggal dunia ketika ia baru berusia tujuh tahun. Pendidikan Sekolah Dasarnya ditempuhnya di Shahr-e Kord sementara sekolah menengah mula-mula di Isfahan dan belakangan di Beirut, Lebanon. Dari sini ia mendapatkan ijazah Sekolah Menengah Atas dari sebuah sekolah berbahasa Prancis.
Shapur Bakhtiar kembali ke Iran pada 1946. Pada 1951 ia ditunjuk oleh Departemen Perburuhan, mula-mula sebagai direktur dari Departemen Perburuhan di Provinsi Isfahan, dan kemudian ia bahkan mengepalai Departemen Perburuhan di Khuzestan, pusat industri minyak. Pada 1953Mohammad Mosaddeq memegang kekuasaan untuk sementara waktu di Iran, sebelum ia kemudian digulingkan. Ketika Mosaddeq menjadi Perdana Menteri, Bakhtiar menjadi wakil menteri perburuhan. Setelah Shah dikembalikan ke dalam kedudukannya oleh suatu kudeta yang disponsori bersama oleh Britania dan Amerika Serikat, Bakhtiar tetap kritis terhadap pemerintahannya. Pada tahun-tahun berikutnya ia berulang kali dipenjarakan, yang keseluruhannya mencapai enam tahun, karena oposisinya terhadap Shah. Ia bahkan mencapai kedudukan sebagai wakil kepala dari Front Nasional yang ilegal.
Pada akhir 1978, ketika kekuasaan Shah semakin memudar, karena Bakhtiar merupakan seorang pemimpin dalam perlawanan, ia dipilih untuk menolong membentuk sebuah pemerintahan sipil sebagai ganti pemerintahan militer, yang telah berkuasa hingga saat itu. Ia diangkat menjadi Perdana Menteri oleh Shah, sebagai konsesi terhadap lawan-lawannya, khususnya para pengikut AyatollahRuhollah Khomeini. Meskipun hal ini menyebabkan ia dikeluarkan dari Front Nasional, ia menerima penunjukan ini, karena ia takut bahwa revolusi akan pecah dan menyebabkan kaum komunis dan para mullah akan mengambil alih negara, yang dianggapnya akan meruntuhkan Iran. Bakhtiar membuat sejumlah kesalahan penting pada masa jabatannya sebagai perdana menteri, termasuk mengizinkan Khomeini kembali ke Iran. Kaum oposisi menolak untuk berkompromi dan Shah dipaksa meninggalkan negara itu pada Januari 1979; Bakhtiar meninggalkan Iran sekali lagi dan pergi ke Prancis pada April tahun yang sama.
Pembuangan di Prancis
Dari Paris, Shapour Bakhtiar memimpin Gerakan Perlawanan Nasional Iran, yang berjuang melawan Republik Islam di tanah airnya. Pada Juli 1980 ia lolos dari sebuah usaha pembunuhan di rumahnya di sebuah pinggiran kota Paris, Suresnes, yang menyebabkan kematian seorang polisi dan seorang tetangga. Namun pada 7 Agustus1991, Bakhtiar dibunuh bersama dengan sekretarisnya Soroush Katibeh oleh tiga orang pembunuh, di rumahnya. Salah seorang pembunuhnya belakangan ditangkap di Swiss dan diekstradisi ke Prancis. Pada pengadilannya pada 1994, ia mengakui bahwa ia dikirim oleh pemerintah Iran untuk membunuh Bakhtiar. Ada tuduhan yang mengatakan bahwa Dinas rahasia Prancis ikut serta dalam pembunuhan tersebut.