Pada tahun 2003, hubungan antara kedua negara mencapai titik terendah ketika Korea Utara menarik diri dari Perjanjian Nonproliferasi Senjata Nuklir. Sejak itu, Meksiko telah berulang kali mengutuk semua peluncuran rudal dari Korea Utara. Pada bulan Juni 2009, sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Meksiko memberikan suara mendukung Resolusi 1874 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memberlakukan sanksi ekonomi dan komersial lebih lanjut terhadap Korea Utara dan mendorong negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menggeledah kapal-kapal kargo Korea Utara. Pada bulan Juli 2014, sebuah kapal dagang Korea Utara yang disebut Mu Du Bong kandas dan merusak hampir satu hektar terumbu karang di dekat negara bagian Veracruz, Meksiko. Meksiko menahan kapal tersebut setelah menemukan bahwa kapal itu milik sebuah perusahaan pelayaran yang masuk daftar hitam.[2] Kapal dagang itu tidak pernah dikembalikan ke Korea Utara dan pada tahun 2016 Meksiko mulai membuang kapal itu dan memulangkan para awak kapal ke negara asal mereka.[3]
Sepanjang tahun 2017, Meksiko telah mengecam semua peluncuran rudal dari Korea Utara.[4] Pada tanggal 7 September 2017, Kementerian Luar Negeri Meksiko menyatakan Duta Besar Korea Utara di Meksiko, Kim Hyong-gil, sebagai persona non grata dan mengusirnya dari negara tersebut dalam waktu 72 jam. Keputusan ini menyusul uji coba nuklir keenam yang dilakukan oleh Pyongyang.[5]
Pada tanggal 12 Juni 2018, melalui pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Meksiko, pemerintah Meksiko menganggap pertemuan yang diadakan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un sangat penting bagi perdamaian antara kedua negara.[6] Pada bulan Desember tahun yang sama, Kim Yong-nam, Presiden Presidium Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara tiba di Kota Meksiko untuk menghadiri pelantikan Presiden Andrés Manuel López Obrador.[7]
Pada bulan September 2020, Presiden Meksiko López Obrador menerima surat kepercayaan Duta Besar Korea Utara yang baru, Sun-Ryong Song, untuk Meksiko[8]
Perjanjian bilateral
Kedua negara telah menandatangani beberapa perjanjian bilateral seperti Perjanjian Kerjasama Pendidikan dan Kebudayaan (2008) dan Perjanjian Kerjasama Kesehatan Masyarakat dan Pengobatan Tradisional (2009).[1][9]
Hubungan perdagangan
Pada tahun 2023, total perdagangan kedua negara mencapai US$459 ribu.[10] Ekspor Meksiko ke Korea Utara meliputi: minyak asiri yang digunakan untuk sabun, parfum, dan waxing; luminofor anorganik, belat, dan peralatan fraktur. Ekspor Korea Utara ke Meksiko meliputi: polimer akrilik, kaca, plastik, peralatan fotografi dan sinematografi, insektisida, dan pasta.[10]
Pada tahun 2015, Meksiko merupakan mitra dagang terpenting Korea Utara di Amerika Latin dengan pembelian 1% dari total ekspor Korea Utara.[11]