Patung pemimpin Kemerdekaan Meksiko José María Morelos di Montevideo.
Secara historis, kedua negara merupakan bagian dari Kekaisaran Spanyol hingga awal abad ke-19. Meksiko merupakan bagian dari Kewizuraian Spanyol Baru, sementara Uruguay merupakan bagian dari Kewizuraian Río de la Plata. Segera setelah kemerdekaan, kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada 22 Februari 1831. Pada tahun 1882, Uruguay mendirikan konsulat di Kota Meksiko. Pada tahun 1941, Meksiko meningkatkan perwakilan diplomatiknya di Montevideo menjadi kedutaan besar, dan Uruguay melakukannya dua tahun kemudian, yaitu pada tahun 1943.[1]
Pada bulan April 1967, Presiden Meksiko Gustavo Díaz Ordaz melakukan kunjungan ke Uruguay, yang pertama oleh seorang kepala negara Meksiko.[2] Selama tahun 1970-an dan 1980-an, Uruguay mengalami kediktatoran sipil-militer. Selama waktu itu beberapa pembangkang terbunuh dan 'menghilang'. Beberapa ratus warga negara Uruguay mengajukan suaka di Kedutaan Besar Meksiko di Montevideo dan segera setelah itu dipindahkan ke Meksiko.[2] Pada tahun 1985, demokrasi dipulihkan di Uruguay dan pada bulan Mei 1986, Presiden Uruguay Julio María Sanguinetti melakukan kunjungan kenegaraan ke Meksiko di mana ia bertemu dengan Presiden Miguel de la Madrid.[2] Sejak saat itu telah ada beberapa kunjungan tingkat tinggi antara pemimpin kedua negara.
Pada bulan Agustus 2009, Presiden Meksiko Felipe Calderón melakukan perjalanan ke Uruguay dalam kunjungan kenegaraan yang dilakukan oleh mitranya Presiden Tabaré Vázquez.[3] Di Montevideo, Calderón dan Vázquez menandatangani beberapa perjanjian yang dimaksudkan untuk lebih memajukan perjanjian perdagangan bebas yang ditandatangani oleh kedua negara pada tahun 2004.[2] Saat berada di Uruguay, Presiden Calderón berpartisipasi dalam proyek Ceibal, sebuah inisiatif untuk menyediakan laptop bagi anak-anak sekolah dan meningkatkan akses internet, dengan mengunjungi sekolah yang akan menerima 300.000 laptop dalam skema ini.[3]
Pada tahun 2014, Pemerintah Meksiko menyetujui pemberian Ordo Elang Aztec kepada Presiden Uruguay José Mujica atas jasanya yang luar biasa dalam mentransformasi negaranya dan atas jasanya dalam membela nilai-nilai universal, menghormati hak asasi manusia, demokrasi, dan kesetaraan sosial, serta mendorong inisiatif-inisiatif melawan kemiskinan, kelaparan, diskriminasi, dan pengucilan sosial. Upacara penganugerahan penghargaan ini dipimpin dan dipersembahkan kepada Presiden Mujica oleh Presiden Meksiko Enrique Peña Nieto.[4]
Pada bulan Februari 2019, Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard melakukan kunjungan ke Uruguay dan bertemu dengan Presiden Vázquez dan Menteri Luar Negeri Rodolfo Nin Novoa untuk membahas krisis yang sedang berlangsung dan krisis kepresidenan di Venezuela serta meminta kedua negara untuk menengahi krisis tersebut.[5] Sejak pertemuan tersebut, Uruguay telah mengumumkan dukungannya terhadap Presiden petahana Nicolás Maduro[6] sementara Meksiko tetap mempertahankan netralitasnya.
Pada tahun 2023, kedua negara merayakan 122 tahun hubungan diplomatik.[7]
Kunjungan tingkat tinggi
Presiden Meksiko Enrique Peña Nieto dan Presiden Uruguay Tabaré Vázquez di Kota Meksiko; 2017.
Kedua negara telah menandatangani beberapa perjanjian bilateral seperti Perjanjian Arbitrase (1902); Perjanjian Pertukaran Budaya (1985); Perjanjian Kerja Sama Ilmiah dan Teknis (1990); Perjanjian Kerja Sama Pariwisata (1993); Perjanjian Pencegahan Penyalahgunaan dan Penindakan Peredaran Gelap Narkotika dan Psikotropika serta Prekursor dan Produknya, Bahan Kimia Esensial (1996); Perjanjian Ekstradisi (1996); Perjanjian Promosi dan Perlindungan Timbal Balik Investasi (1999); Perjanjian Kerja Sama Bantuan Hukum Timbal Balik dalam Masalah Pidana (1999); Perjanjian Transportasi Udara (2009); Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda dan Pencegahan Penghindaran Pajak dalam Masalah Pajak Penghasilan dan Ekuitas (2009); Perjanjian Kerja Sama Perlindungan, Konservasi, Pemulihan, dan Restitusi Barang Budaya (2009) serta Bantuan Administratif Timbal Balik dan Pertukaran Informasi dalam Masalah Kepabeanan (2017).[14]
Hubungan perdagangan
Pada bulan Juli 2004, kedua negara menandatangani perjanjian perdagangan bebas.[2] Pada tahun 2023, perdagangan antara kedua negara mencapai US$710 juta.[15]Ekspor utama Meksiko ke Uruguay meliputi: kendaraan, televisi, traktor, jus, dan peralatan listrik. Ekspor utama Uruguay ke Meksiko meliputi: minuman kemasan, beras, keju dan dadih, kayu lapis, kulit, wol, krim, dan produk berbasis susu lainnya.[15]
Perusahaan multinasional Meksiko seperti América Móvil, Binbit, Gruma, Grupo Bimbo, dan Grupo Omnilife (antara lain) beroperasi di Uruguay. Perusahaan Uruguay seperti Arkano, Quanam, dan Vopero beroperasi di Meksiko.[16]