Sejarah
Pada tahun 1965, Rhodesia (sekarang Zimbabwe) memperoleh kemerdekaannya dari Britania Raya. Meksiko menolak untuk mengakui atau menjalin hubungan diplomatik dengan negara tersebut karena sistem apartheidnya.[2] Pada akhir Perang Semak Rhodesia pada bulan Desember 1979, Rhodesia mengubah namanya menjadi Zimbabwe pada tahun 1980. Meksiko dan Zimbabwe menjalin hubungan diplomatik pada bulan Maret 1985.[1] Pada tahun 1990, Meksiko membuka kedutaan besar di Harare, tetapi, kedutaan tersebut ditutup pada tahun 1994 dan Meksiko merangkap kedutaannya di Pretoria, Afrika Selatan untuk Zimbabwe.[1]
Pada bulan September 1986, Menteri Luar Negeri Meksiko Bernardo Sepúlveda Amor menghadiri konferensi Gerakan Non-Blok yang diselenggarakan di Harare.[3] Pada bulan November 1991, Presiden Meksiko Carlos Salinas de Gortari dan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe bertemu di Caracas, Venezuela selama pertemuan puncak Kelompok 15.[4]
Pada tahun 1998, saat pelantikan Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki, Menteri Luar Negeri Meksiko Rosario Green bertemu dengan Presiden Robert Mugabe.[2] Pada bulan Mei 2017, Presiden Mugabe melakukan kunjungan ke Cancún, Meksiko untuk menghadiri Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Cancun tentang Pengurangan Risiko Bencana, bersama dengan Menteri Luar Negeri Simbarashe Mumbengegwi dan Menteri Lingkungan Hidup Oppah Muchinguri.[5]
Pada bulan Mei 2013, Wakil Menteri Ekonomi Meksiko, Francisco de Rosenzweig, melakukan kunjungan ke Zimbabwe, bersama dengan Duta Besar Meksiko untuk Etiopia, Juan Alfredo Miranda Ortiz, untuk mempromosikan pencalonan Dr. Herminio Blanco Mendoza sebagai Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia.[6] Sejak tahun 2008, pemerintah Meksiko setiap tahun menawarkan beasiswa bagi warga negara Zimbabwe untuk belajar pascasarjana di lembaga pendidikan tinggi Meksiko.
Pada bulan Oktober 2024, Wakil Presiden Kembo Mohadi melakukan perjalanan ke Meksiko untuk menghadiri pelantikan Presiden Claudia Sheinbaum.[7][8]
Hubungan perdagangan
Pada tahun 2023, perdagangan antara Meksiko dan Zimbabwe mencapai US$1,7 juta.[9] Ekspor utama Meksiko ke Zimbabwe meliputi: obat-obatan, telepon dan ponsel, serta mesin. Ekspor utama Zimbabwe ke Meksiko meliputi: kulit dan kulit asli, feroalloy, bahan mineral, pompa udara atau pompa vakum, konsol gim video, suku cadang mesin, minyak esensial untuk riasan dan krim, serta minyak kelapa dan minyak sawit.[9]