Hubungan Korea Utara dengan Kuba (bahasa Korea:쿠바-조선민주주의인민공화국 관계code: ko is deprecated , bahasa Spanyol:Relaciones cubanas-coreanas del nortecode: es is deprecated ) adalah hubungan bilateral antara Kuba dan Korea Utara. Kuba telah memiliki hubungan diplomatik dengan Korea Utara sejak 29 Agustus 1960.[1] Kuba memiliki kedubes di Pyongyang dan Korea Utara mendirikan kedubes di Havana.[2] hubungan antara Kuba dan Korea Utara terjalin setelah terjadinya revolusi Kuba pada tahun 1959 Setelah itu hubungannya menjadi lebih kuat dan sangat bersahabat dikarenakan kedua negara tersebut memiliki banyak kesamaan terutama sama sama menentang terhadap Amerika serikat karena sanksi ekonomi yang di berikan oleh Amerika serikat terhadap kedua negara tersebut, tetapi pada tahun 2024 hubungan antara Kuba dan Korea Utara menjadi rumit dikarenakan pihak Korea Utara sangat menyesal mengetahui Kuba telah menormalisasi hubungannya dengan Korea Selatan pada tanggal 14 Februari 2024.
↑Wertz, Daniel; Oh, JJ; Kim, Insung (Agustus 2016). Issue Brief: DPRK Diplomatic Relations(PDF). The National Committee on North Korea. hlm.8. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 28 Desember 2016. Diakses tanggal 19 Januari 2017.
Castro, Fidel; Kim Il-sung (1986). Unbreakable brotherly friendship and solidarity between Korean and Cuban peoples: Comrade Fidel Castro Ruz on a visit to the Democratic People's Republic of Korea, March 8 to 11, 1986 [speeches by Fidel Castro and Kim Il-sung]. Pyongyang: Foreign Languages Publishing House. OCLC877158604.