Sejak periode pemerintahan baru Libya, hubungan kedua negara semakin membaik ketika Malaysia mengakui pemerintahan baru Dewan Transisi Nasional sebagai pemerintahan sementara Libya pada tanggal 26 Agustus 2011.[3][4]
Pada tanggal 27 April 2024, dalam rangka memperingati 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara, Kementerian Luar Negeri Libya di bawah Pemerintah Persatuan Nasional menengahi kesepakatan dengan mitranya dari Malaysia untuk memperpanjang visa masuk Malaysia bagi warga negara Libya.[5]
Hubungan ekonomi
Libya menjadikan Malaysia sebagai model untuk mengembangkan perekonomian negaranya.[6][7] Saat ini, terdapat enam perusahaan minyak dan gas Malaysia yang beroperasi di Libya dan negara tersebut kini mencari bantuan Malaysia untuk investasi lebih banyak guna mengembangkan negaranya setelah kehancuran yang dialami dalam Perang Saudara Libya.[7][8] Sebuah perjanjian mengenai layanan udara ditandatangani pada tahun 2009 dan kedua negara sepakat untuk meresmikan nota kesepahaman mengenai maskapai penerbangan.[9] Libya juga mencari kerja sama Malaysia dalam perbankan syariah.[10]
Hubungan pendidikan
Di bidang pendidikan, sekitar 1.000–1.200 pelajar Malaysia disponsori oleh pemerintah Libya untuk belajar di Libya sementara 2.000 pelajar Libya akan mengunjungi Malaysia untuk pelatihan kejuruan.[11]