Hubungan Afrika Selatan dengan Malaysia mengacu pada hubungan saat ini dan historis antara Malaysia dan Afrika Selatan. Malaysia memiliki komisariat tinggi di Pretoria,[1] dan Afrika Selatan memiliki komisariat tinggi di Kuala Lumpur.[2] Hubungan antara kedua negara sangat baik dan terus membaik, dengan masing-masing memandang diri mereka sebagai mitra dekat di negara-negara berkembang.[3] Keduanya adalah anggota penuh Persemakmuran Bangsa-Bangsa.
Sejarah
Komisariat Tinggi Malaysia di Afrika Selatan
Setelah kemerdekaannya, Malaysia (saat itu Federasi Malaya) mendukung gerakan untuk mengisolasi pemerintahan minoritas kulit putih di Afrika Selatan dan kebijakan apartheidnya, yang menyebabkan penarikan diri Afrika Selatan dari Persemakmuran pada tahun 1961. Malaysia juga memberlakukan larangan perjalanan ke dan dari Afrika Selatan, yang dicabut pada tahun 1991, dengan Kantor Penghubung didirikan di Johannesburg pada tahun berikutnya.[4] Penerbangan langsung mingguan antara Kuala Lumpur dan Johannesburg dimulai pada tanggal 26 Oktober 1992.[5] Kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada tanggal 8 November 1993.[3] Pada bulan Maret 1997, Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela melakukan kunjungan kenegaraan ke Malaysia untuk memperkuat hubungan ekonomi antara keduanya dengan penandatanganan beberapa perjanjian ekonomi.[6][7][8]
Malaysia adalah salah satu pendukung terkuat ANC selama perjuangannya melawan apartheid. Perdana Menteri Mahathir Mohamad adalah pemimpin asing pertama yang mengunjungi Mandela setelah pembebasannya pada tahun 1990.[9]
Hubungan ekonomi
Pada tahun 2003, Afrika Selatan meminta lebih banyak investasi dan bantuan untuk membangun perekonomian dan sumber daya manusianya. Saat itu, Malaysia sudah menjadi investor terbesar ketiga di negara tersebut, terutama di sektor telekomunikasi, minyak dan gas, serta perhotelan.[10] Pada tahun 2010, Malaysia menjadi investor baru terbesar keempat di Afrika Selatan.[3] Pada tahun yang sama, Malaysia menjadi mitra dagang terbesar ke-20 Afrika Selatan dengan volume sekitar 4,8 miliar Rand.[11]
Mohammad Muda (15 April 2008). "Malaysia‐South Africa relations and the commonwealth, 1960–95". The Commonwealth Journal of International Affairs. 85 (340). Taylor & Francis: 423–439. doi:10.1080/00358539608454330.