Hubungan ekonomi
Pada bulan Desember 2006, Chávez mengusulkan agar Venezuela membangun kilang minyak di Malaysia,[7] dan Golden Hope, perusahaan minyak sawit milik negara Malaysia, setuju dengan perusahaan minyak negara Venezuela untuk menanam 40.000 ha kelapa sawit di Venezuela,[8] sementara perusahaan Malaysia Petronas akan memulai eksplorasi minyak di Venezuela.[9] Malaysia juga setuju untuk membantu Venezuela dalam perencanaan kota.[10]
Dewan Bisnis Malaysia-Venezuela dibentuk pada bulan Juli 2008,[11] sebagian agar Venezuela dapat belajar dari pengalaman Malaysia dalam pengentasan kemiskinan.[12] Perdagangan bilateral hanya sebesar US$6,6 juta pada tahun 1990, ketika kedua negara menandatangani perjanjian perdagangan bilateral,[13] US$30,6 juta pada tahun 1998, ketika Venezuela menetapkan perlindungan hukum untuk investasi asing,[14] US$19,8 juta pada tahun 2004,[3] US$39,6 juta pada tahun 2005,[8] dan US$61,68 juta pada tahun 2007, dengan hanya $250.000 yang merupakan ekspor dari Venezuela.[1] Duta Besar Venezuela untuk Malaysia mengusulkan pada bulan Februari 2009 agar kedua negara membentuk lembaga keuangan baru untuk negara-negara berkembang.[15]
Malaysia mengadakan "Pekan Venezuela" pada bulan Juli 2006,[16] 2007,[17] dan 2008.[18][19]