Internasionalisasi, 1990–2006
Pada tahun 1992, perusahaan ini mulai berekspansi ke luar Meksiko dengan membeli dua produsen semen terbesar di Spanyol, yakni Valenciana de Cementos (Valcem) dan Cementos Sanson. Pada tahun 1994, perusahaan ini mengakuisisi Vencemos, produsen semen terbesar di Venezuela. Perusahaan ini juga membeli sejumlah pabrik semen di Amerika Serikat dan Panama. Pada tahun 1995, perusahaan ini mengakuisisi sebuah produsen semen asal Republik Dominika. Pada tahun 1996, perusahaan ini membeli mayoritas saham dari sebuah produsen semen di Kolombia, sehingga perusahaan ini menjadi produsen semen terbesar ketiga di dunia. Pada tahun 1997–1999, perusahaan ini berekspansi ke Asia dan Afrika, dengan melakukan pembelian di Filipina, Indonesia, Mesir, dan Kosta Rika. Akuisisi terhadap Southdown asal Amerika Serikat kemudian membuat perusahaan ini menjadi produsen semen terbesar di Amerika Utara. Pada tahun 2001, perusahaan ini membeli sebuah produsen semen asal Thailand. Pada tahun 2002, perusahaan ini juga membeli Ponce Cement asal Puerto Riko.[10]
Pada tanggal 1 Maret 2005, perusahaan ini menyelesaikan akuisisi senilai $5,8 miliar terhadap RMC Group asal London. Akuisisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah produksi semen tahunan dari perusahaan ini menjadi 97 juta ton. Perusahaan ini juga berharap bahwa pendapatan tahunannya dapat tumbuh menjadi $15 miliar, hanya sedikit di bawah Lafarge, yang mencatatkan pendapatan tahunan sebesar $17 miliar.
Pada tanggal 27 Oktober 2006, perusahaan ini mengumumkan tawaran akuisisi senilai US$12,8 miliar kepada Rinker Group. Pada bulan April 2007, dewan direksi dari Rinker Group menyetujui tawaran tersebut setelah ditingkatkan menjadi USD 14,2 miliar. Pada bulan Juni 2007, perusahaan ini juga mendapat persetujuan dari lebih dari separuh pemegang saham Rinker Group.
Baru-baru ini (2006–sekarang)
Pada bulan November 2006, sebuah komunikasi kedutaan Amerika yang dirilis melalui WikiLeaks menyebut perusahaan ini sebagai salah satu "monopolis Meksiko", dengan pangsa pasar sebesar 87,6%, sementara kompetitornya, Holcim Apasco, hanya menguasai 12,4% pangsa pasar.[11]
Sesaat setelah akuisisi terhadap Rinker selesai pada tahun 2007, Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengajukan tuntutan antitrust terhadap perusahaan ini untuk membatalkan akuisisi tersebut.[12] Setelah proses yang panjang, perusahaan ini akhirnya setuju untuk mendivestasi lebih dari 40 unit pabrik semen dan pabrik betonnya.[13]
Pada bulan April 2008, Presiden Venezuela, Hugo Chávez, mengumumkan nasionalisasi terhadap "seluruh industri semen" di Venezuela, sebagai respon terhadap keyakinan bahwa industri semen di Venezuela mengekspor produknya ke luar Venezuela agar dapat menjual produknya dengan harga jual yang lebih tinggi daripada yang diperbolehkan di Venezuela.[14] Pada pertengahan tahun 2008, pemerintah Venezuela pun mengambil alih bisnis perusahaan ini di Venezuela, yang menguasai sekitar 50% pangsa pasar. Kesepakatan kompensasi atas nasionalisasi tersebut pun direncanakan dapat dicapai pada bulan Maret 2009,[15] padahal kesepakatan kompensasi untuk dua produsen semen besar lain di Venezuela telah dapat dicapai pada pertengahan tahun 2008.[16] Pada bulan Desember 2011, kesepakatan akhirnya dapat dicapai, dengan perusahaan ini mendapat kompensasi sebesar $600 juta, dan pembatalan utang sebesar $154 juta.[17]
Setelah mengalami masalah akibat penurunan nilai tukar peso pada tahun 2008, termasuk masalah dengan turunannya,[18][19] perusahaan ini pun memutuskan untuk mengurangi jumlah asetnya di luar Meksiko. Pada bulan Juni 2009, perusahaan ini menjual bisnisnya di Australia ke Holcim dengan harga A$ 2,2 miliar (US$1,75 miliad) untuk membiayai kembali utang sebesar US$14 miliar, yang sebagian disebabkan oleh akuisisi terhadap Rinker Group.[20]
Pada bulan Desember 2010, Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat mengumumkan pengajuan persetujuan putusan dalam sebuah kasus melawan perusahaan ini dan ganti rugi sebesar $1.514.449 untuk 1.705 orang pengemudi truk beton dari perusahaan ini di delapan negara bagian.[21]
Pada tahun 2016, perusahaan ini menjual bisnis pipa dari Rinker Materials ke Quikrete.[22]
Pada bulan Februari 2018, perusahaan ini mencatatkan pendapatan sebesar $750 juta untuk tahun 2016, tertinggi dalam satu dekade terakhir, sehingga memungkinkan perusahaan ini untuk mengurangi jumlah utangnya.[23] Pada kuartal kedua tahun 2021, perusahaan ini mencatatkan laba bersih sebesar US$270 juta dan rasio utang terhadap EBITDA sebesar 2,85.[24]
Pada bulan Juli 2022, perusahaan ini mengakuisisi mayoritas saham ProStein, sebuah produsen agregat asal Jerman.[25]