Sebelum adanya kereta api Sangkuriang, dulu ada beberapa opsi kereta api dari Bandung ke Banyuwangi dengan cara ngecer (transit) dari stasiun ke stasiun berikutnya.
Di tahun 2025, KAI mewacanakan hadirnya layanan langsung dari Bandung menuju Banyuwangi. Pada awalnya, kereta api ini sempat akan dinamakan Tangkuban Parahu yang diwacanakan akan beroperasi pada tahun 2025, tetapi belum terealisasi.[7] Pada April 2026, KAI resmi mengumumkan bahwa relasi ini akan dilayani oleh kereta api bernama Sangkuriang pada Mei 2026 dengan tarif promo untuk perjalanan perdana.[8]
Perjalanan perdana kereta api Sangkuriang dari Ketapang dengan tujuan akhir Bandung, ditarik oleh lokomotif dengan hiasan buket bunga
Kereta api Sangkuriang diresmikan pada tanggal 1 Mei 2026 di Stasiun Bandung oleh Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin.[9] Pada hari itu, Sangkuriang baru beroperasi satu arah untuk rute Bandung–Ketapang dengan nomor PLB 7044A. Pada 2 Mei, perjalanan kereta untuk arah sebaliknya, Ketapang–Bandung dengan nomor PLB 7043A, diresmikan oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan Vice President KAI Daerah Operasi 9 Jember, Hengky Prasetyo. Peresmian ini ditandai dengan tradisi pecah kendi dan pemberian Semboyan 40 oleh Bupati kepada kondektur dan masinis.[10]
Stasiun pemberhentian
Berikut ini adalah stasiun kereta api yang dilayani oleh kereta api Sangkuriang mulai 1 Mei 2026.[11][12]
Kereta api Sangkuriang terparkir di jalur 5 Stasiun Bandung menjelang perjalanan perdananya dari Bandung menuju Banyuwangi
Kereta api Sangkuriang di Cicalengka, menjelang akhir perjalanan perdananya dari Banyuwangi ke Bandung pada 3 Mei 2026
KA Sangkuriang dihela lokomotif CC206 persiapan berjalan langsung stasiun Kalisat
Insiden
Pada Rabu 13 Mei 2026, pukul 17.00 WIB, kereta api Sangkuriang tertemper sepeda motor di perlintasan bedadung di antara petak jalan stasiun Kotok–Arjasa, Jember, Jawa Timur. Akibat kejadian ini Kereta api Sangkuriang berhenti darurat untuk dilakukan pemeriksaan, dan kembali melanjutkan perjalanan pukul 17.04 WIB setelah dinyatakan aman.[13]
Catatan kaki
12Rute Bandung–Ketapang memiliki waktu tempuh 16 jam 7 menit, sedangkan untuk rute Ketapang–Bandung memiliki waktu tempuh yang lebih lama, yakni 17 jam 30 menit.[4]
Hanya berisi layanan kereta api yang dioperasikan oleh induk perusahaan. Untuk layanan yang dioperasikan oleh anak perusahaan, lihat Templat:KAI Commuter untuk layanan KAI Commuter, Templat:KAI Bandara untuk layanan KAI Bandara dan Templat:KCIC untuk layanan KCIC/Whoosh