Stasiun Ciamis (CI) adalah stasiun kereta api kelas II yang terletak di Ciamis, Ciamis. Stasiun yang terletak pada ketinggian +199 m dan memiliki lereng penentu 10‰ ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung. Stasiun ini cukup mudah dijangkau karena jaraknya hanya beberapa meter ke arah selatan dari Jalan Ir. H. Juanda, Ciamis.[3] Stasiun ini dibuka pada tahun 1894, bersamaan dengan pembukaan jalur Tasikmalaya–Kasugihan.[4]
Sehubungan dengan rencana peningkatan pelayanan penumpang dari Ciamis dan sekitarnya, Kereta api Lodaya dan Malabar juga berhenti di stasiun ini untuk menaikturunkan penumpang mulai 1 November 2019. Hal tersebut adalah hasil kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Ciamis dengan pihak PT KAI.[5]
Mulai 1 Februari 2025 bertepatan dengan pemberlakuan grafik perjalanan kereta api (Gapeka) tahun 2025, hampir seluruh kereta api penumpang antarkota lintas selatan Jawa berhenti di stasiun ini, kecuali kereta api Argo Wilis. Namun, mulai 15 Juli 2025 kereta api Argo Wilis kembali berhenti di stasiun ini.
Bangunan dan tata letak
Stasiun Ciamis memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Jalur 3 dan 4 stasiun ini cukup pendek karena hanya dapat memuat enam unit kereta.[3]
Bangunan utama stasiun
Peron sisi
Jalur 1
←
Pemberhentian kereta api antarkota
→
Peron pulau
Jalur 2
←
Sepur lurus
→
Pemberhentian kereta api antarkota
Jalur 3
Sepur belok
Jalur 4
Bangunan stasiun ini masih asli dan merupakan peninggalan Staatsspoorwegen. Atap, ruang loket, bentukan jendela, serta pintu yang menggunakan jeruji besi, merupakan ciri keaslian bangunan stasiun. Renovasi juga telah dilakukan di stasiun ini, salah satunya dengan penggantian lantai pada bangunan utama dan peron stasiun. Selain itu, terdapat menara air di seberang stasiun.[3]
Layanan kereta api
Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 1 Mei 2026.[6]
Stasiun Ciamis sempat menjadi viral di berbagai media sosial. Pada bulan September 2019, seorang penumpang memotret toilet di stasiun ini yang tidak terdapat sekat. Pihak Daerah Operasi II Bandung akhirnya memberi pernyataan bahwa toilet tersebut sedang direnovasi.[7][8] Saat ini, toilet tersebut sudah diberi sekat.[9]
Kemudian pada 1 Agustus2022, seorang penumpang dilaporkan menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum petugas kebersihan stasiun ini. Kejadian tersebut viral di media sosial hingga mendapat respons dari PT KAI. Meski dilaporkan kepada pihak kepolisian, korban menyesalkan jika masih terdapat upaya untuk 'mewajarkan' atau 'mendamaikan' kejadian seperti yang dialaminya, dengan dalih tidak ada bukti, sehingga dianggap tak perlu dilakukan tidakan lebih lanjut. Namun, PT KAI akhirnya memberi sanksi tegas berupa pemecatan bagi terduga pelaku.[10]
Untuk melihat daftar stasiun secara lengkap, dapat mengklik "(Kategori/Daftar)" pada masing-masing daerah atau pranala artikel. Templat ini meringkas daftar stasiun yang dioperasikan oleh KAI (hanya stasiun utama yang diswakelola oleh perusahaan induk) dan operator KA lainnya (hanya pranala).