3 (satu peron sisi yang cukup tinggi di bagian tengahnya, dan tinggi di tiap ujungnya; satu peron pulau yang tinggi; serta satu peron pulau yang agak rendah)
Sebagai stasiun besar, stasiun ini merupakan stasiun utama di Jawa Barat sebelah tenggara, karena masyarakat Kabupaten Pangandaran, Ciamis bagian timur, dan Kota Banjar banyak menggunakan jasa kereta api dari stasiun ini ke berbagai tujuan di Jawa. Selain itu, stasiun ini berfungsi sebagai tempat berhenti kereta api untuk berganti masinis dan kondektur.[5] Terkadang, di stasiun ini juga dilakukan penambahan lokomotif di jalur selatan.
Sejarah
Dalam iklan yang dibuat oleh J.C. Schippers, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Eksploitasi Staatsspoorwegen (SS) Westerlijnen, Stasiun Banjar diresmikan pada 1 November 1894 oleh SS, bersama dengan pembukaan tahap terakhir jalur kereta api Bogor–Padalarang–Kasugihan, yakni segmen Tasikmalaya–Banjar–Maos. Saat jalur tersebut dibuka, SS sudah mencetak jadwal kereta api baru untuk rute tersebut dan dijual dengan harga 2 sen per eksemplar. SS juga membuka tambahan perhentian, yakni Langen dan Gandrungmangun. Dengan selesainya jalur tersebut, hubungan lintas selatan Jawa dengan kereta api telah terbentuk dan pengelolaan jalur kereta api Cilacap–Yogyakarta akhirnya diintegrasikan ke divisi Westerlijnen.[6]
Pada 18 Juli 1911, Pemerintah Kolonial mengesahkan anggaran pembangunan jalur kereta api Banjar–Kalipucang–Parigi.[7]:70, berdasarkan pertimbangan Residen Priangan[8] Tantangan-tantangan jalur ini menyebabkan jalur ini memerlukan waktu lama untuk menyelesaikannya, hingga akhirnya segmen Banjar–Kalipucang berhasil dioperasikan pada 15 Desember 1916. Pada 6 Juni 1919, ujung jalur diputuskan untuk dipindah dari Parigi ke Cijulang. Kelanjutan jalur Kalipucang–Cijulang baru selesai lima tahun kemudian pada 31 Juni 1921.[7]:70
Bangunan dan tata letak
Tampak samping Stasiun Banjar, 2020
Pada 2010, stasiun ini diketahui memiliki tujuh jalur kereta api,[5] tetapi kini menyisakan enam jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus. Dahulu, kereta api yang memiliki terminus di stasiun ini adalah KA lokal Banjar–Kroya pp, tetapi KA tersebut sudah tidak beroperasi lagi.[5]
Jalur 6
←
Sepur belok
→
Jalur 5
Jalur 4
Jalur 3
Peron pulau
Jalur 2
←
Pemberhentian kereta api antarkota
→
Peron pulau
Jalur 1
←
Sepur lurus
→
Memiliki jalur akses ke percabangan jalur menuju Cijulang
12Susanti, D.M. (Januari 2008). Kajian atas Pengelolaan Pengetahuan dalam Pengoperasian Teknologi Persinyalan Kereta Api (Studi Kasus Daop 2 Bandung) (S2). Program Magister Studi Pembangunan, Sekolah Arsitektur, Pengembangan, dan Perencanaan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung.
1234Prasetya, S. (2010). "Bojong–Karangpucung–Banjar". Majalah KA. 48: 20.
Untuk melihat daftar stasiun secara lengkap, dapat mengklik "(Kategori/Daftar)" pada masing-masing daerah atau pranala artikel. Templat ini meringkas daftar stasiun yang dioperasikan oleh KAI (hanya stasiun utama yang diswakelola oleh perusahaan induk) dan operator KA lainnya (hanya pranala).