Di sebelah barat stasiun ini terdapat percabangan yang menuju Stasiun Cilacap. Uniknya, hanya beberapa ratus meter dari percabangan ke arah Cilacap ini sudah ada stasiun berikutnya, yaitu Stasiun Kasugihan, yang dapat terlihat dari dalam KA yang melintas di jalur utama yang menuju Bandung.
Stasiun ini merupakan stasiun terminus perjalanan kereta api ketel/angkutan BBM rute Maos-Kroya-Larangan (Tegal) pp. Berangkat dari DepotPertamina yang terletak di sisi timur laut stasiun, kemudian melaju ke arah timur hingga Kroya, terakhir menuju Larangan via Purwokerto-Slawi semenjak Depo BBM Pertamina di Kota Tegal ditutup dan dipindahkan ke Larangan.[3]
Sejarah
Stasiun ini dibangun bersama dengan pembangunan jalur kereta api Cilacap–Yogyakarta dan dibuka pada tanggal 20 Juli 1887. Pembangunan ini termasuk membuat jalur cabang menuju Kota Purworejo yang dibuka pada tanggal yang sama.[4]
Stasiun yang semula memiliki gaya arsitektur Indische Empire SS ini pernah diguncang gempa dahsyat pada tanggal 15 Mei 1923.[5] Bangunan stasiun asli telah runtuh dan harus dibangun kembali. Walaupun bangunan asli stasiun ini dirobohkan karena dianggap membahayakan pengguna jasa SS pada masa itu, sampai saat ini masih ada bagian yang asli, seperti pada atap overcapping stasiun yang berbentuk melengkung.
Dahulu terdapat percabangan jalur dari stasiun ini menuju Purwokerto dan Wonosobo yang dibangun oleh Serajoedal Stoomtram Maatschappij.[6] Dahulu jalur tersebut digunakan untuk mengangkut tebu, tetapi sekarang jalurnya sudah tidak ada lagi. Jalurnya dinonaktifkan karena dibongkar oleh pekerja romusha Jepang pada tahun 1943.
Bangunan dan tata letak
Stasiun ini memiliki tujuh jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus serta jalur 6 dan 7 yang difungsikan sebagai jalur bongkar muat angkutan BBM.
↑Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link)
↑Stehn, C.E. (1923). "De aardbeving van Maos op 15 Mei 1923". de Mijningenieur. 4.
↑Zuhdi, Susanto (2002). Cilacap (1830-1942): bangkit dan runtuhnya suatu pelabuhan di Jawa. Jakarta: Gramedia.
Untuk melihat daftar stasiun secara lengkap, dapat mengklik "(Kategori/Daftar)" pada masing-masing daerah atau pranala artikel. Templat ini meringkas daftar stasiun yang dioperasikan oleh KAI (hanya stasiun utama yang diswakelola oleh perusahaan induk) dan operator KA lainnya (hanya pranala).