Stasiun Pegaden Baru (PGB) (atau bisa juga disebut sebagai Stasiun Pagaden Baru) merupakan stasiun kereta api kelas I yang terletak di Kamarung, Pagaden, Subang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +27 m ini termasuk dalam Daerah Operasi III Cirebon serta merupakan stasiun utama dan satu-satunya di Kabupaten Subang yang melayani kereta api penumpang. Beberapa kereta api campuran dan ekonomi berhenti di stasiun ini untuk menaikturunkan penumpang.
Bangunan dan tata letak
Stasiun ini memiliki lima jalur kereta api. Awalnya jalur 2 merupakan sepur lurus dan jalur 5 merupakan sepur belok yang menyambung ke sepur badug menuju gudang Pupuk Sriwidjaja yang terletak di sebelah utara stasiun.[3] Dengan selesainya pembangunan jalur ganda segmen Cikampek–Haurgeulis, ditandai dengan peresmian oleh Megawati Soekarnoputri per 4 Desember 2003,[4] tata letak jalur kereta api di stasiun ini diubah sehingga jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus arah Cirebon saja, sedangkan jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus arah Cikampek.
G
Bangunan utama stasiun
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan kedatangan KA dari arah barat
Jalur 1
←
Pemberhentian kereta api antarkota ke arah timur
Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kanan kedatangan KA dari arah barat
Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kiri kedatangan KA dari arah timur
Jalur 4
←
Sepur belok
→
Pemberhentian kereta api antarkota ke arah barat
Jalur 5
←
Sepur belok
→
↔
Memiliki jalur akses dari dan ke arah Gudang (nonaktif)
|
Per Oktober 2024 di emplasemen stasiun ini sudah dibangun kanopi (overcapping) sehingga para penumpang tidak lagi kepanasan ataupun kehujanan saat menunggu maupun naik turun kereta api.
Layanan kereta api
Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 11 Maret 2026.[5]
Kegiatan bongkar muat dan langsiran hanya dilakukan di Jakarta Gudang.
Insiden
Pada 1 Agustus 2025 pukul 15.47 WIB, kereta api Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi–Gambir (KA 1) anjlok saat melintasi emplasemen Stasiun Pegaden Baru. Kejadian ini mengakibat jalur kereta api lintas utara Jawa di koridor Cikampek–Cirebon lumpuh dan tidak dapat dilalui sementara. Dampak dari peristiwa tersebut, seluruh kereta api dialihkan melalui jalur lintas selatan Pulau Jawa, yaitu melalui Cikampek–Bandung–Tasikmalaya–Kroya.[6] Tidak ada korban jiwa atas peristiwa ini, tetapi 1 orang mengalami luka ringan akibat benturan.[7]
Untuk melihat daftar stasiun secara lengkap, dapat mengklik "(Kategori/Daftar)" pada masing-masing daerah atau pranala artikel. Templat ini meringkas daftar stasiun yang dioperasikan oleh KAI (hanya stasiun utama yang diswakelola oleh perusahaan induk) dan operator KA lainnya (hanya pranala).