Sejak Gapeka 2025 berlaku, kereta api penumpang yang tidak berhenti/melintas langsung di stasiun ini adalah Kereta api Anggrek, Sembrani (jadwal pagi), dan Argo Anjasmoro.
Sejarah
Bangunan Stasiun Lamongan merupakan bangunan peninggalan masa Hindia Belanda. Sebelum stasiun ini dibangun, terlebih dahulu dilakukan pembangunan jalur rel kereta api Surabaya (Pasarturi)–Lamongan–Babat. Pembangunan jalur tersebut dimulai dan selesai pada tahun 1900 oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), perusahaan kereta api swasta di Hindia Belanda, sepanjang 69 kilometer, dengan perincian Surabaya–Lamongan selesai 1 April 1900, dan Lamongan–Babat selesai 15 Agustus 1900.[4]:62–63
Proyek jalur Surabaya (Pasarturi)–Lamongan–Babat ini merupakan bagian dari proyek besar jalur kereta api Gundih-Surabaya. Pengerjaan proyek besar dilaksanakan dari dua arah. Arah barat dimulai dari Gundih–Gambringan–Kradenan–Cepu–Bojonegoro, sedangkan dari arah timur dimulai dari Surabaya (Pasarturi)–Kandangan–Sumari–Lamongan–Bojonegoro. Jadi, proyek besar tersebut akhirnya bertemu di Stasiun Bojonegoro. Proyek besar Gundih–Surabaya ini memakan waktu selama tiga tahun, karena keseluruhan jalur ini dibuka 1 Februari 1903.[4]:62–63
Ke arah barat stasiun ini sebelum Stasiun Surabayan, terdapat Stasiun Kruwul yang sudah lama tidak aktif dan kini bekas bangunan sudah tidak terlihat. Sementara itu, ke arah timur stasiun ini sebelum Stasiun Duduk, terdapat Perhentian Deket dan Stasiun Pandanan yang juga bernasib sama.[5]
Bangunan dan tata letak
Stasiun Lamongan memiliki empat jalur kereta api. Pada awalnya, jalur 2 merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda ruas Babat–Kandangan dioperasikan per awal Mei 2014,[6] jalur 2 hanya dijadikan sebagai sepur lurus arah Surabaya, sedangkan jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus baru arah Semarang. Sistem persinyalan yang digunakan dulunya adalah sistem persinyalan mekanik dengan sedikit modifikasi berupa perangkat sinyal muka elektrik, tetapi sistem persinyalan tersebut sudah diganti dengan persinyalan elektrik sepenuhnya sejak jalur ganda mulai beroperasi.
Pada akhir tahun 2019, peron pulau stasiun ini diperpanjang sekaligus ditambahkan kanopi baru untuk mendukung pelayanan kereta api penumpang rangkaian panjang.
Layanan kereta api
Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 18 Juni 2026.[7]
↑Officieele Reisgids der Spoor en Tramwegen en Aansluitende Automobieldiensten op Java en Madoera. Staatsspoor en Tramwegen Particuliere Spoor en Tramweg-Maatschappijen. 1931. hlm.168–171. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Untuk melihat daftar stasiun secara lengkap, dapat mengklik "(Kategori/Daftar)" pada masing-masing daerah atau pranala artikel. Templat ini meringkas daftar stasiun yang dioperasikan oleh KAI (hanya stasiun utama yang diswakelola oleh perusahaan induk) dan operator KA lainnya (hanya pranala).