Bangunan Stasiun Karanganyar saat masih dikelola Staatsspoorwegen
Stasiun Karanganyar dahulu difungsikan untuk operasional sejak masa penjajahan Belanda. Hingga pada masa Agresi Militer Belanda, stasiun ini digunakan oleh pejuang RI untuk melakukan perlawanan dari kereta api. Sisa-sisa kekukuhannya dapat terlihat dari ciri fisik bangunan yang memiliki dinding batu di luar stasiun, tetapi kemungkinan telah banyak pemugaran yang dilakukan pada stasiun ini.[5]
Bangunan dan tata letak
Emplasemen Stasiun Karanganyar yang sudah menggunakan overcapping baru
Awalnya stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan jalur lurus. Setelah pengoperasian jalur ganda dari stasiun ini hingga Jembatan Renville yang terletak di sebelah barat laut Stasiun Kebumen per 14 Desember 2019 dan kemudian hingga Stasiun Gombong per 20 Maret 2020, jumlah jalurnya bertambah menjadi empat. Jalur 2 hanya dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah Bogor saja, jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus hanya untuk arah Yogyakarta, dan jalur 4 ditambahkan di sisi barat daya stasiun sebagai sepur belok baru. Selain itu, persinyalan elektrik lama produksi Westinghouse Rail Systems yang telah beroperasi sejak 1999 sudah digantikan dengan yang terbaru produksi PT Len Industri.
Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kanan kedatangan KA dari arah timur
Jalur 1
←
Sepur belok
→
Pemberhentian kereta api antarkota ke arah barat
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan kedatangan KA dari arah timur
G
Bangunan utama stasiun
Sejak tahun 2005, emplasemen stasiun ini sudah dipasangi kanopi (overcapping)[5] dan kemudian diperbarui dengan yang berukuran lebih besar setelah selesainya proyek jalur ganda tersebut.
Layanan kereta api
Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 6 Maret 2026.[6]
↑Susanti, D.M. (Januari 2008). Kajian atas Pengelolaan Pengetahuan dalam Pengoperasian Teknologi Persinyalan Kereta Api (Studi Kasus Daop 2 Bandung) (S2). Program Magister Studi Pembangunan, Sekolah Arsitektur, Pengembangan, dan Perencanaan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung.
↑Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia"(PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46).
12Prasetya, S. (2014). "Karanganyar (KA): Disinggahi Lima Belas KA". Majalah KA. 96: 17.
Untuk melihat daftar stasiun secara lengkap, dapat mengklik "(Kategori/Daftar)" pada masing-masing daerah atau pranala artikel. Templat ini meringkas daftar stasiun yang dioperasikan oleh KAI (hanya stasiun utama yang diswakelola oleh perusahaan induk) dan operator KA lainnya (hanya pranala).