Papan kereta api Fajar dan Senja Utama Solo sebelum menggunakan rangkaian generasi terbaru dan masih digunakan untuk petunjuk KA di setiap peron stasiun saja.
Satu kali keberangkatan tiap hari dengan arah yang berbeda, Fajar Utama Solo mengarah ke timur dengan jadwal pagi sedangkan Senja Utama Solo mengarah ke barat dengan jadwal malam.
Kereta api Fajar dan Senja Utama Solo merupakan dua layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero), melayani relasi Solo Balapan–Pasar Senen melalui Cirebon–Purwokerto. Layanan kereta api dengan waktu keberangkatan dari Jakarta pada pagi hari disebut Fajar Utama Solo, sedangkan layanan kereta api dengan waktu keberangkatan dari Solo Balapan pada malam hari disebut Senja Utama Solo.
Sejarah
Kereta api Senja Utama Solo diluncurkan pada 14 Oktober 1978 dengan rute dahulunya Solo Balapan-Gambir, layanan kelas bisnis menggunakan rangkaian kereta buatan Goša asal Yugoslavia.[2] Rangkaian kereta tersebut memiliki ciri khas, yaitu jumlah jendela sebanyak delapan buah pada masing-masing sisi. Jumlah jendelanya kemudian disesuaikan seperti kereta bisnis lain.
Pada 1990-an, kereta ini juga sempat membawa kereta eksekutif-A, eksekutif-B, dan couchette (kereta tidur dengan kasur paten), sebelum akhirnya dikembalikan menjadi sepenuhnya bisnis.[3] Pada 25 November 1994, kereta kelas couchette ini dibanderol dengan tarif Rp33.000,00.[4]
Pada 2016, kereta api Senja Utama Solo kembali melayani kelas eksekutif.[butuh rujukan]
Mulai 21 Mei 2018, kereta api ini beroperasi menggunakan rangkaian kereta baja nirkarat buatan PT INKA dengan layanan kelas eksekutif dan ekonomi premium.
Dengan berlakunya grafik perjalanan kereta api per 1 Desember 2019, kereta api ini mengalami perubahan jadwal perjalanan—waktu keberangkatan dari DKI Jakarta pada pagi hari sedangkan waktu keberangkatan dari Kota Surakarta, Jawa Tengah pada malam hari—sehingga nama kereta api mengalami penyesuaian.[5]
Mulai 31 Januari 2025, Kereta api Fajar dan Senja Utama Solo resmi menggunakan kereta campuran kelas eksekutif dan ekonomi generasi terbaru berbahan baja nirkarat buatan PT INKA Madiun. Kereta api Fajar dan Senja Utama Solo ini menggunakan Trainset 23 bekas dari kereta api Direct Train relasi Gambir–Semarang Tawang (bukan lungsuran dari rangkaian Kereta api Logawa), untuk rangkaian kereta ekonomi premium akan dimutasi ke Depo Purwokerto (PWT) untuk pengoperasian Kereta api Logawa ini.
Stasiun pemberhentian
Peta rute geografis kereta api Senja dan Fajar Utama Solo berdasarkan Gapeka 2025
Berhenti hanya mengarah ke Pasar Senen (satu arah)
▼
Berhenti hanya mengarah ke Surakarta (satu arah)
Insiden
Pada 21 Januari 1981, kereta api ini bertabrakan dengan kereta api Matarmaja yang disebabkan oleh kelalaian baik dari kru kedua kereta tersebut maupun dari petugas Stasiun Kebasen dan Stasiun Notog pada saat itu.
Pada 23 Januari 2014, kereta api Senja Utama Solo menabrak warga dan pelajar pada perlintasan sebidang di Banyuraden, Gamping, Sleman karena terjadi kesalahan pada pintu perlintasan otomatis sehingga mengakibatkan empat korban tewas.[7]
Pada 19 Mei 2016, KA Senja Utama solo terlibat kecelakaan dengan bus transjakarta dan mobil Avanza bernopol B 2198 TFO dan Transjakarta di perlintasan kereta di Jalan Gunung Sahari Raya, Pademangan. tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.[8]
Hanya berisi layanan kereta api yang dioperasikan oleh induk perusahaan. Untuk layanan yang dioperasikan oleh anak perusahaan, lihat Templat:KAI Commuter untuk layanan KAI Commuter, Templat:KAI Bandara untuk layanan KAI Bandara dan Templat:KCIC untuk layanan KCIC/Whoosh