Kereta api Kamandanu mulai dioperasikan pada tanggal 23 Desember 1999 melayani perjalanan koridor Semarang - Jakarta. Rangkaian KA Kamandanu terdiri dari 7 kereta kelas eksekutif dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 364 tempat duduk.
Selama perjalanan Jakarta - Semarang sejauh 475km, kereta api ini hanya berhenti di Stasiun Cirebon, Stasiun Tegal, dan Stasiun Pekalongan dengan waktu tempuh 6 jam. Dari Jakarta ditawarkan perjalanan pada siang hari dan dari Semarang berjalan pada malam hari.
Menurut cerita pewayangan Kamandanu adalah nama dari sekelompok kerbau yang dipelihara oleh para dewa khayangan yang digembalakan oleh Dadung Awuk dan pernah dipinjam oleh Raden Arjuna sebanyak 144 ekor sebagai prasyarat sewaktu menikahi Wara Sumbadra.
Insiden
Pada 1Agustus2003, Kereta api Kamandanu jurusan Jakarta-Semarang anjlok di Bekasi,Jawa Barat, sekitar 30 menit setelah berangkat dari Stasiun Gambir. Kecelakaan yang disebabkan oleh lepasnya kereta makan ini mengakibatkan dua rangkaian kereta terbalik.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun 18 penumpang mengalami luka-luka dan dilarikan ke RS Annisa, Cikarang. Akibat peristiwa ini, seluruh jadwal keberangkatan kereta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur terpaksa ditunda sementara petugas mengevakuasi rangkaian kereta.
Hanya berisi layanan kereta api yang dioperasikan oleh induk perusahaan. Untuk layanan yang dioperasikan oleh anak perusahaan, lihat Templat:KAI Commuter untuk layanan KAI Commuter, Templat:KAI Bandara untuk layanan KAI Bandara dan Templat:KCIC untuk layanan KCIC/Whoosh