Kereta api Sawunggalih (Sawunggalih Utama pada layar informasi rangkaian kereta) merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi premium yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero), melayani relasi Kutoarjo–Pasar Senen melalui Cirebon–Purwokerto.
Sawunggalih dikenal sebagai salah satu kereta dengan okupansi baik, karena menjadi andalan bagi masyarakat wilayah Jawa Tengah bagian barat dan selatan, hal tersebut membuat Sawunggalih menjadi salah satu jenama yang masih digunakan hingga saat ini.
Pada Gapeka 2025 frekuensi perjalanan kereta api Sawunggalih ditingkatkan menjadi tiga kali perjalanan setiap harinya, selain itu batas kecepatan kereta api Sawunggalih ditingkatkan menjadi 120km/jam, membuat Sawunggalih menjadi kereta api antarkota kelas campuran tercepat di Indonesia.
Warta yang membahas beragam layanan KA Sawunggalih. Harian Berita Yudha edisi 26 Maret 1994.
Kereta api Sawunggalih pertama kali diresmikan pada tanggal 31 Mei 1977 dan saat peluncurannya menggunakan lokomotif BB201 08 sebagai lokomotif penarik dengan kelas campuran, yaitu kelas bisnis dan ekonomi. Barulah, tahun 1984 Sawunggalih menjadi kereta full kelas bisnis. Sedangkan, kereta full ekonomi dilayani Kutojaya Ekonomi. Sebenarnya cikal bakal Sawunggalih telah ada sejak tahun 1964 yaitu Fajar/Senja JKA400 yang melayani rute Jakarta Kota menuju Purwokerto, Kroya, Gombong hingga Karanganyar.[2]
Pada era 1990-an, pemerintah sedang getol melakukan peningkatan kualitas pelayanan kereta api, khususnya kelas eksekutif dan bisnis. Pada 31 Mei 1996, diluncurkan kereta api Sawunggalih Plus[butuh rujukan] relasi Gambir–Kutoarjo yang menyediakan 5 kereta kelas bisnis plus (K2 buatan 1991 dan 1996) ditambah dengan 4 kereta kelas eksekutif dan selalu ditarik oleh lokomotif dinas CC203. Uniknya, Sawunggalih Plus tidak berhenti di Stasiun Cirebon maupun Stasiun Cirebon Prujakan.
Kereta api Sawunggalih dengan Lokomotif CC201 yang bercorak khas DKA-PJKA (atas), Merah Biru khas PERUMKA (tengah), serta CC203 bercorak Garis Biru khas Dephub (bawah), Juli 2024.
Kereta api Sawunggalih Plus tidak bertahan lama sebab adanya Krisis Moneter 1998 yang mengakibatkan daya beli masyarakat turun sehingga akhirnya Sawunggalih Plus dihapus tahun 1999. Pada tahun 2001, perjalanan Sawunggalih kembali dilayani oleh 2 rangkaian, yaitu 1 rangkaian dengan 1-2 kereta eksekutif dan 7 kereta bisnis tetap bernama Sawunggalih Utama. Sementara, 1 rangkaian lainnya dengan 8-9 kereta bisnis diberi nama Kutojaya Bisnis.
Tidak berselang lama, rangkaian Kutojaya Bisnis dilebur menjadi Kereta Sawunggalih Utama bisnis, dengan satu rangkaian lainnya tetap membawa kelas eksekutif. Pada tahun 2012 semua kereta bisnis milik Sawunggalih Utama ditambah pendingin ruangan (AC Split). Sawunggalih Utama menjadi kereta bisnis pertama yang ditambah AC bersama dengan kereta bisnis Argo Parahyangan, Gumarang, dan Purwojaya.
Pada tahun 2018, semua rangkaian Sawunggalih Utama diganti menjadi rangkaian baja nirkarat buatan PT INKA tahun 2018 sekaligus berganti kelas menjadi kelas eksekutif dan ekonomi premium. Mulai 19 Juni 2022, kereta api Sawunggalih menambah pemberhentian di Stasiun Cikarang. Rangkaian kereta api ini terdiri dari tiga kereta kelas eksekutif, lima kereta kelas ekonomi premium, satu kereta makan, dan satu kereta pembangkit.
Stasiun pemberhentian
Peta rute geografis kereta api Sawunggalih berdasarkan Gapeka 2025
Berdasarkan grafik perjalanan kereta api 2025 revisi per 1 Desember 2025, kereta api Sawunggalih melayani pemberhentian penumpang di stasiun-stasiun berikut.
Hanya berisi layanan kereta api yang dioperasikan oleh induk perusahaan. Untuk layanan yang dioperasikan oleh anak perusahaan, lihat Templat:KAI Commuter untuk layanan KAI Commuter, Templat:KAI Bandara untuk layanan KAI Bandara dan Templat:KCIC untuk layanan KCIC/Whoosh