Bangunan lama stasiun ini yang sempat dicalonkan menjadi cagar budaya erat kaitannya dengan Gedung Juang Tambun yang memiliki status yang sama. Pada masa perang kemerdekaan, Gedung Juang Tambun digunakan sebagai tempat perundingan pertukaran tawanan perang. Ketika para pejuang kemerdekaan Indonesia yang tertangkap dikembalikan ke wilayah Indonesia melalui Bekasi, serdadu Belanda yang tertangkap dikembalikan ke Belanda oleh para pejuang kemerdekaan Indonesia ke Batavia dengan kereta api melalui bangunan stasiun lama yang lintasan relnya tepat berada di belakang gedung.[5] Stasiun ini pada sisi selatan berbatasan dengan gedung tersebut.
Bangunan Sementara Stasiun Tambun yang telah direnovasi, (Oktober 2014)
Operasional stasiun ini sudah dipindahkan ke bangunan baru dengan arsitektur modern minimalis yang juga diterapkan di stasiun-stasiun di rencana jalur dwiganda Manggarai–Cikarang. Namun sayangnya, pada saat proyek pembuatan bangunan baru ini berlangsung, bangunan lama stasiun ini sudah dirobohkan sehingga sempat dikeluhkan oleh penumpang kereta api karena kepanasan atau kehujanan saat menunggu kedatangan kereta api. Pada saat itu perjalanan KRL Commuter Line sudah diperpanjang ke Stasiun Cikarang. Kini bangunan stasiun yang baru beserta peron-peronnya sudah dapat digunakan sepenuhnya meski proyeknya sempat tertunda hingga membuat kondisi stasiun ini menjadi kumuh dan terbengkalai selama beberapa tahun.[6][7]
Layanan kereta api
Stasiun Tambun pertama kali melayani perjalanan kereta api Walahar dan Jatiluhur Ekspres. Sejak berlakunya Gapeka 2021 per 10 Februari 2021, rute KA lokal tersebut mengalami pemangkasan hanya sampai Cikarang saja.
Pada Tanggal 21 Juni2022 pukul 10:55 WIB, Kereta api Argo Sindoro (dengan nomor KA 11) menabrak Mobil Avanza di Perlintasan liar Walet, Tambun Selatan. Nahasnya, Mobil pun terseret hingga sekitar 1,2km jelang masuk emplasemen timur stasiun ini, sehingga pengemudi pun meninggal dunia.[9]
↑Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia"(PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 2020-02-27. Diakses tanggal 2020-05-09.