Stasiun ini terletak agak jauh dari jalan rayaBekasi-Kabupaten Karawang dan pernah dinonaktifkan pada tahun 2011. Dahulu stasiun ini berukuran kecil. hanya seluas 1,5 × 1,5 m, sehingga hanya berfungsi sebagai loket. Peron stasiun ini rendah dan berukuran pendek.[4] Bangunan stasiun ini kemudian diperbesar untuk menyongsong perpanjangan KRL menuju Cikarang.[5]
Meskipun demikian, stasiun ini termasuk stasiun yang cukup ramai karena berada dekat kompleks-kompleks perumahan.
Sejarah
Stasiun lokal
Stasiun Cibitung sebelum direnovasi
Sebelum Stasiun Cibitung berdiri, ada sebuah pos sinyal kereta api. Pos blok ini dibangun oleh Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) pada 1988, bersama dengan Pos Blok Kampung Baru.[6] Namun, dengan berkembangnya Perumahan Pondok Tanah Mas yang membutuhkan pemberhentian kereta api tersebut pada 1990-an, banyak warga menginginkan keberadaan keberangkatan dan pemberhentian kereta api dari pos blok. Seiring waktu maka terbangunlah sebuah Stasiun Cibitung yang juga mulai dibutuhkannya sarana tersebut, tidak dari warga Pondok Tanah Mas sendiri bahkan dari perumahan yang lainnya juga warga Wanasari khususnya.[4]
Sejak berlakunya Gapeka2011, seluruh kereta lokal, baik dari arah barat ataupun timur, tidak ada yang berhenti di stasiun ini. Sehingga pada saat itu, bangunan lama stasiun ini hanya menyisakan papan nama stasiun dan bekas bangunan loket saja.
Stasiun Cibitung memiliki dua jalur kereta api yang seperti di Stasiun Bekasi Timur. Bangunan baru stasiun ini hanya mempunyai satu buah peron saja di tengah kedua jalur rel.
Pada 8 Maret 2014, sebuah bus Haryanto pariwisata yang mengangkut rombongan anak-anak ditabrak Kereta api Menoreh saat melewati perlintasan jaga kereta api (PJL) 101 Cibitung sebelah bekas Stasiun Cibitung di petak Stasiun Cikarang dan Stasiun Tambun yang mengakibatkan lokomotif rusak, tetapi sang sopir bus berhasil kabur dan kernet diamankan.[8]