Stasiun Palur (PL) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Dagen, Jaten, Karanganyar. Stasiun yang berada pada ketinggian +93 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta dan merupakan satu-satunya stasiun yang melayani naik-turun penumpang kereta api di Kabupaten Karanganyar. Walaupun dinamakan "Palur", stasiun ini tidak berada di wilayah Palur, Mojolaban, Sukoharjo; melainkan berada di utara wilayah tersebut. Stasiun ini mudah dijangkau karena berjarak sekitar 100 meter ke arah timur laut dari Jalan Raya Karanganyar serta tidak jauh dari jalan raya nasional yang menghubungkan Solo dan Surabaya. Stasiun ini melayani perjalanan KRL Commuter Line dan KA Bandara Adi Soemarmo (KA BIAS).
Pada tahun 2021 hingga 2022, jalur kereta api Solo Balapan–Palur dielektrifikasi sehingga Stasiun Palur menjadi titik terminus bagi KRL Commuter Line. Pada 17 Agustus 2022, stasiun ini bersama Stasiun Solo Jebres menjalani uji coba publik KRL Commuter Line Lin Yogyakarta sebagai bagian dari rencana perpanjangan Lin Yogyakarta.[3]
Bangunan lama Stasiun Palur yang kini telah dirobohkan untuk pembangunan jalur ganda lintas selatan, 2016
Pada awalnya, Stasiun Palur memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 yang lama merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda menuju Stasiun Kedungbanteng dioperasikan per 5 Maret 2019[4] dan kemudian menuju Stasiun Solo Jebres per 20 Agustus 2019,[5] jumlah jalur bertambah menjadi empat: jalur 2 baru dijadikan sepur lurus arah Madiun serta jalur 3 baru dijadikan sepur lurus arah Solo. Saat pembangunan jalur ganda, tata letak jalur stasiun mengalami perubahan karena jalur 1 yang lama dijadikan jalur 2 yang baru, jalur 2 yang lama dijadikan jalur 3 yang baru, dan jalur 3 yang lama dijadikan jalur 4 yang memiliki percabangan dari sisi barat sebagai sepur badug baru. Selain itu, sistem persinyalan diubah dari sistem mekanik menjadi sistem persinyalan elektrik.
Bangunan stasiun lama peninggalan Staatsspoorwegen telah dirobohkan karena terkena dampak pembangunan jalur belok sebagai jalur 1 yang baru sehingga digantikan dengan bangunan baru yang lebih besar yang posisinya sedikit digeser ke arah tenggara dari posisi bangunan lama.[6] Semua peron di stasiun ini telah diberi kanopi.
Di belakang stasiun dahulu terdapat jalur rel menuju gudang pupuk yang kini telah tidak digunakan—hanya terlihat sepasang rel di dekat gudang tersebut. Selain itu, stasiun ini pernah melayani dua kali jadwal pemberangkatan KA Prambanan Ekspres (Prameks) tujuan Yogyakarta hingga diberlakukan grafik perjalanan kereta api (Gapeka) per 1 Desember 2011.[7]