Stasiun Bekasi Timur (BKST) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Duren Jaya, Bekasi Timur, Bekasi. Stasiun yang terletak pada ketinggian +19 meter ini hanya melayani rute KRL Commuter Line. Alasan dibuat stasiunnya ini karena Stasiun Bekasi telah melebihi kapasitas penumpang hampir 190% dari pagi dan sore saat pergi maupun pulang kerja, sehingga stasiun ini dibangun untuk mengurai kapasitas angkutan penumpang di stasiun tersebut.
Evakuasi korban insiden kereta api di Stasiun Bekasi Timur.
Pada 27 April 2026, KA 5568A Commuter Line Cikarang relasi Kampung Bandan–Cikarang dengan rangkaian KRL seri 6024F yang sedang berhenti di stasiun dihantam dari belakang oleh KA 4 Argo Bromo Anggrek yang melaju menuju stasiun Surabaya Pasarturi. Lokomotif CC206 13 86 yang menarik KA 4 menembus hingga setengah badan kereta paling belakang KRL. Setidaknya 15 orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi, 88 orang terluka dan 1 orang meninggal dunia ketika menjalani perawatan di ICU RSUD Bekasi. Beberapa menit sebelum kejadian tersebut terjadi tabrakan antara KA 5181B relasi Cikarang–Angke dengan rangkaian KRL seri SFC120-V dari arah berlawanan dengan taksi Green SM di perlintasan sebidang di timur stasiun.[5][6]