Setelah direnovasi tahun 2009, stasiun ini memiliki fasilitas dan suasana berbeda dibandingkan stasiun lainnya. Tampak warna jingga dan merah menyala mendominasi setiap sudut ruangan di stasiun ini, dan juga terdapat papan penunjuk yang memandu calon penumpang melangkah. Ditambah dengan 4 televisi layar datar sebagai sarana petunjuk kedatangan kereta api, tak heran, Stasiun Tanjung Barat dijadikan stasiun percontohan bagi seluruh stasiun di Jabodetabek.[3]
Stasiun Tanjung Barat kemudian direnovasi kembali mulai 27 Desember 2021.[4] Pemugaran dilakukan dengan membangun concourse di atas emplasemen yang terhubung langsung ke Apartemen Samesta Mahata Tanjung Barat yang juga dalam tahap pembangunan. Pembangunan pun selesai seiring dengan selesainya apartemen, dan baru diuji coba pada 13 Mei 2025.[5] Stasiun Tanjung Barat yang baru kini dilengkapi dengan lift serta eskalator untuk kedua arah naik dan turun di tiap peron. Concourse stasiun ini didesain luas dan lebar untuk mengantisipasi keramaian penumpang, serupa dengan Stasiun Pondok Cina. Pembangunan ini juga membuat bangunan lama sisi barat Stasiun Tanjung Barat diruntuhkan, digantikan dengan jembatan layang yang terhubung dengan jembatan penyeberangan orang dan beroperasi pada 12 Desember 2025. Kantor pengumuman (announcer) juga dipindahkan ke Peron 1. Akses lama stasiun di sisi timur sisi bawah tetap dipertahankan. Pengembangan ini meningkatkan kapasitas stasiun sekaligus menaikkan okupansi hingga 100 persen.[6]
Pada tanggal 17 Oktober 2025, sebuah armada KRL tujuan Jakarta Kota mengeluarkan asap. Asap keluar dari kereta kedelapan dari belakang rangkaian. Akibatnya penumpang berhamburan keluar, perjalanan pun tertunda hingga 12 menit. Usai digiring ke Stasiun Pasar Minggu untuk dilakukan pengecekan, kereta pun melanjutkan perjalanan ke Stasiun Manggarai dan dibawa ke depo untuk pengecekan lebih lanjut.[7]