Stasiun Cisauk (CSK) merupakan stasiun kereta api kelas III yang terletak di perbatasan antara desa Sampora, Cisauk dengan desa Cibogo, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten dengan jarak 34,2km sebelah timur laut dari Kampung Bandan. Stasiun yang terletak pada ketinggian +48 meter ini merupakan stasiun yang lokasinya paling tenggara di Kabupaten Tangerang dan hanya melayani perjalanan KRL Commuter Line saja.
Bangunan dan tata letak
Pada awalnya, Stasiun Cisauk memiliki total 3 jalur. Saat era jalur tunggal (single track). Jalur 1 merupakan sepur lurus dan jalur 2 merupakan sepur belok, kedua jalur ini digunakan untuk lalu-lalang serta persilangan KA, sampai akhirnya jalur 2 pun ikut menjadi sepur lurus setelah proyek jalur ganda di petak Serpong—Parung Panjang selesai dibangun pada tahun 2012.
Sebelumnya terdapat pula sebuah sepur badug di sekitar bangunan stasiun. Sepur badug yang masih dipakai hingga tahun 2015 ini biasa digunakan untuk bongkar muat, langsir, serta menyimpan atau stabling rangkaian gerbong angkutan kricak, sampai akhirnya jalur ini dibongkar dan layanan kereta barang angkutan kricak di stasiun ini tidak ada lagi.
Bekas bantalan rel menuju ke jalur badug Stasiun Cisauk.Bekas bantalan rel dari jalur badug Stasiun Cisauk.Bekas bantalan rel dari jalur badug Stasiun Cisauk.
Pada 1 Februari 2019, Stasiun Cisauk telah selesai menjalani renovasi besar-besaran menjadi stasiun yang megah dan luas. Bangunan baru stasiun dibangun untuk mengakomodasi rangkaian KRL dengan 12 kereta serta memiliki fasilitas yang jauh lebih lengkap dan sudah bertaraf internasional. Stasiun ini memiliki gaya arsitektur minimalis futuristik, lengkap dengan fasilitas khusus untuk wanita menyusui, toilet, fasilitas difabel, serta skybridge.[3]
Bangunan baru Stasiun Cisauk.
Kendati demikian, bangunan lama stasiun yang merupakan peninggalan Staatspoorwegen (SS)[butuh rujukan] masih tetap dipertahankan dan ruangan PPKA yang juga merupakan bagian dari bangunan lama stasiun ini pun masih dipakai hingga sekarang.
Bangunan lama Stasiun Cisauk.Ukiran nama Stasiun Cisauk pada bangunan lama.
Selain itu, sisa peron rendah lama yang terletak di antara jalur 1 dan jalur 2 pun masih bisa dilihat kerana tidak ikut dibongkar saat sedang dilakukan proyek revitalisasi.