Nama Stasiun Klakah mengikuti nama kecamatan tempat stasiun berada. Sebagai citra suatu daerah, Pemerintah Kabupaten Lumajang mengusulkan perubahan nama stasiun menjadi Stasiun Lumajang, dengan Stasiun Lumajang lama diperbedakan menjadi Stasiun Lumajang Kota untuk dapat membangun citra Kabupaten Lumajang, khususnya pada sektor pariwisata. Usulan tersebut disetujui oleh Direktorat Jenderal Perkeretapian dan sedang dalam proses finalisasi.[1]
Kereta api penumpang yang melintas langsung/tidak berhenti di stasiun ini adalah kereta api Sangkuriang arah Bandung dan Sri Tanjung.
Bangunan dan tata letak
Bagian peron Stasiun Klakah, 2025Emplasemen Stasiun Klakah, 2012
Pada awalnya, Stasiun Klakah memiliki banyak jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus dari dan ke arah Kalisat, sedangkan jalur 2 merupakan sepur lurus arah Bangil maupun Lumajang. Namun, kini hanya tersisa empat jalur saja dengan jalur 2 merupakan sepur lurus arah Bangil maupun Kalisat–Ketapang. Dahulu di sebelah timur stasiun ini terdapat percabangan jalur ke arah selatan yang berakhir di Pasirian, tetapi jalur tersebut dinonaktifkan sejak akhir 1980-an akibat tingkat okupansi penumpang yang rendah. Jalur cabang tersebut juga mempunyai cabang di Lumajang menuju Rambipuji yang juga telah dinonaktifkan. Selain itu, di sebelah tenggara stasiun ini juga terdapat bekas depo lokomotif dan juga memiliki rel menuju gudang di sebelah barat laut stasiun.
G
Bangunan utama stasiun
Peron sisi
Jalur 1
← Sepur belok (jarang digunakan) →
↔ Memiliki jalur akses langsung ke sepur badug menuju gudang
Peron pulau
Jalur 2
← Sepur lurus sekaligus jalur utama pemberhentian kereta api →
Peron pulau
Jalur 3
← Sepur belok untuk jalur pemberhentian kereta api →
Jalur 4
← Sepur belok (jarang digunakan) →
↔ Sepur badug |
Bangunan stasiun ini sempat direnovasi pada 2013, antara lain dengan mengganti atap seng, perbaikan lantai, perpipaan, dinding, pintu kayu, serta plafon.[5]
Sejak 17 Agustus 2013 hingga 6 Mei 2015, PT KAI pernah menerapkan kebijakan bahwa semua KA harus melintas langsung di semua stasiun yang terletak di wilayah Lumajang untuk membersihkan stasiun dan KA dari pedagang asongan.[6][7]
Ke arah timur stasiun ini, sebelum Stasiun Randuagung, terdapat Stasiun Buwek yang telah dinonaktifkan karena lokasinya yang kurang strategis dan jarak antarstasiun yang tidak terlalu jauh dengan Stasiun Klakah—bangunan stasiun hingga kini masih ada, tetapi kondisinya sudah rusak serta hampir tertutup oleh tumbuhan dan semak belukar.
Layanan kereta api
Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 18 Juni 2026.[8]
Perjalanan ke Malang pada jadwal pagi, sedangkan sebaliknya pada jadwal sore.
Insiden
Pada tanggal 5 Juni 1978, pukul 18.00, kereta api ketel Pertamina yang melayani rute Probolinggo–Jember anjlok saat hendak berhenti di jalur 5 Stasiun Klakah. Dua gerbong ketel (KR-3044 dan KR-29785) mengalami penyok pada bagian buffer, sedangkan kereta penumpang CL-1406 mengalami rusak berat. Tidak ada korban jiwa atas kejadian ini.[9]
Untuk melihat daftar stasiun secara lengkap, dapat mengklik "(Kategori/Daftar)" pada masing-masing daerah atau pranala artikel. Templat ini meringkas daftar stasiun yang dioperasikan oleh KAI (hanya stasiun utama yang diswakelola oleh perusahaan induk) dan operator KA lainnya (hanya pranala).