Dewa dalam agama Hindu ini diadaptasi ke dalam dunia pewayangan sebagai dewa penguasa angin yang bertempat tinggal di Khayangan Panglawung. Batara bayu ditugaskan untuk mengatur dan menguasai angin. Pada zaman Treta Yuga, Batara Bayu menjadi guru Hanoman agar kera tersebut menjadi sakti. Pada zaman Dwapara Yuga, Batara Bayu menurunkan Werkudara (Bima). Ciri dari murid ataupun keturunan dewa ini adalah mempunyai "Kuku Pancanaka".
Ajian
Dalam dunia wayang Jawa, Dewa ini dikatakan memiliki Ajian. Hal tersebut merupakan adaptasi budaya dan tak terdapat dalam mitologi Hindu India. Ajian yang terkenal dari Batara Bayu adalah Sepiangin, Bayubraja dan lain-lain
↑Satyavrata Ramdas Patel (1980). Hinduism, Religion and Way of Life. Associated Publishing House. hlm.124. ISBN9780686997788. The Supreme Being, Vishnu or Nārāyana, is the personal first cause. He is the Intelligent Governor of the world and lives in Vaikuntha along with Lakshmi, His consort. He and His consort Lakshmi are real. Brahma and Vāyu are His two sons.
↑Gaṇeśa Harī Khare; Madhukar Shripad Mate; G. T. Kulkarni (1974). Studies in Indology and Medieval History: Prof. G. H. Khare Felicitation Volume. Joshi & Lokhande Prakashan. hlm.244. In Vayu and other Puranas, Vayudeva (different from Astadikpala Vayu), next to Brahma in grade, is also said to have five heads like Siva and Brahma and his consort is Bharatidevi.