AstamurtiReplika Astamurti Siwa, dari abad ke-6 Masehi. Kini menjadi pajangan koleksi Museum Pangeran Wales, Mumbai.
Astamurti (Dewanagari: अष्टमूर्ति;,IAST:Aṣṭamūrti,;arti: "Delapan wujud") adalah penggambaran ikonografis dari delapan atribut DewaSiwa menurut agama Hindu.[1][2] Delapan atribut tersebut dikenal dengan nama Rudra, Sarwa, Pasupati, Ugra, Asani, Bawa, Mahadewa, dan Isana.[3]
Kepustakaan
Dalam sastra HinduWeda, Dewa Rudra—yang kemudian diasimilasikan dengan Siwa—memiliki banyak atribut dan gelar, delapan di antaranya signifikan terhadap konseptualisasi dalam tradisi Saiwa (sekte penyembah Dewa Siwa). Penyamaan Rudra dengan Siwa untuk pertama kalinya tertuang dalam Swetaswatara-upanisad, kemudian dalam Yajurweda dikaitkan dengan Taittiriyasamhita (S.4.5.1), pada bagian Shata Rudriya. Wajasneya-samhita (S.3.63) juga menyetarakan Siwa dengan Rudra melalui mantra, "tam Shiva namasi", artinya "Sujud hamba kepada-Mu, Siwa". Pustaka Shathapatha-brahmana mencatat bahwa Siwa juga disebut Bawa, Mahadewa, Sarwa, Pasupati, Ugra, dan Isana. Nama-nama tersebut pada umumnya personifikasi dari air, api, yadnya, matahari, bulan, eter, tanah, dan udara.[4]
Ahli bahasa Sanskerta Pāṇini dalam tulisan ilmiahnya yang berujudl Astadhyayi (S.1.49, S.3.53, S.4.100, S.5.3.99) juga menyatakan bahwa Rudra juga disebut dengan aneka nama, seperti Mreda, Bawa, Sarwa, Gresa, Mahadewa, dan Tryambaka. Resi Patanjali—penyusun sistem Yoga—dalam kitab Mahabashya juga memaparkan berbagai macam bentuk arca Siwa. Pada zaman perkembangan Purana, Rudra sepenuhnya disamakan dengan Siwa dan bergabung ke dalam Trimurti (persatuan Brahma, Wisnu, Siwa) dan mengurus masalah pemusnahan kejahatan.[5][6]
Referensi
↑Madan Gopal (1990). India through the ages. Public Resource. Publications Division, Ministry of Information & Broadcasting, Government of India.
↑Gopal, Madan (1990). K.S. Gautam (ed.). India through the ages. Publication Division, Ministry of Information and Broadcasting, Government of India. hlm.70.