Sani juga disebut Saniswara yang artinya "Penguasa [planet] Saturnus", dan memegang peran sebagai pemberi buah karma atau pahala dari seseorang, sehingga menjadi yang paling disegani di antara para dewa astrologi Hindu. Menurut kepercayaan Hindu, Sani memberi hasil perbuatan saat manusia masih hidup melalui hukuman yang tepat dan manfaat, sementara Yama memberikan hasil perbuatan seseorang setelah kematian. Ia juga merupakan dewa yang sering kali disalahpahami, sebab ia kerap menjadi pemberi masalah dalam hidup seseorang, tetapi menjadi lebih lembut apabila dipuja.[3][4]
Ia juga diceritakan dalam bagian Ganesha khanda dalam kitab Brahmawaiwartapurana sebagai dewa yang memiliki mata terkutuk karena meninggalkan istrinya, Dhamini. Pandangan matanya dapat mengubah apapun menjadi abu. Sani dipercaya sebagai salah satu inkarnasi dari Kresna, berdasarkan dalil dari kitab Brahmawaiwartapurana yang mencatat bahwa Kresna pernah berkata "di antara planet-planet, Ia adalah Sani".
Penggambaran
Dalam ikonografi Hindu, Sani ditampilkan dengan pakaian berwarna biru atau hitam, berkulit gelap dan mengendarai burung hering atau kereta besi yang ditarik dengan delapan kuda. Ia memegang busur, anak panak, kapak, dan serampang. Menurut tradisi, ia digambarkan mengendarai burung gagak berukuran besar, atau disertai burung hering yang ikut ke mana pun ia pergi.[5] Beberapa pustaka Hindu juga menyatakan bahwa ia mengendarai hewan lain, seperti: kuda, ular, kerbau, sedangkan kitab Buddhis ]dari India Timur Laut dan Nepal menyatakan ia mengendarai kura-kura.[6]