Anapurna (Dewanagari: अन्नपूर्णा;,IAST:Annapūrṇā,;arti: "kaya akan makanan")[1] adalah salah satu dewi perwujudan Parwati dalam kepercayaan Hindu,[2] yang dikenal sebagai dewi pemberi makanan. Sesajen makanan sangat umum dalam agama Hindu, sehingga Anapurna―sebagai dewi makanan―merupakan dewi yang populer. Dewi ini dimuliakan dalam karya Annada Mangal, puisi naratif dalam bahasa Bengali yang ditulis Bharatchandra Ray. Annapurna Sahasranam mencatat seribu nama lain dari dewi ini, sedangkan Annapurna Shatanama Stotram hanya mencatat 108 namanya saja.
Hanya ada beberapa kuil yang dibangun khusus untuk memujanya, yang masyhur di antaranya ialah Kuil Annapoorneshwari yang dibangun oleh Resi Agastya di Horanadu, serta Annapurna Devi Mandir di Varanasi. Karena hari Akshaya Tritiya diyakini sebagai hari kelahiran Anapurna, maka hari itu dianggap sebagai hari baik untuk membeli perhiasan emas.[3]
Legenda
Suatu hari, dewa Siwa dan Parwati (istrinya) berdebat tentang dunia material. Siwa mengatakan bahwa segala sesuatu yang bersifat material hanyalah ilusi, termasuk makanan yang dimakan manusia. Hal ini membuat Parwati tersinggung karena dia adalah dewi yang menguasai aspek-aspek material. Parwati pun menghilang setelah berpesan bahwa dia ingin melihat bagaimana dunia akan bertahan tanpa dirinya.
Setelah Parwati menghilang, dunia dilanda paceklik. Para umat Siwa memohon makanan kepadanya; bahkan para dewa terpaksa mencari makanan, tetapi tidak menemukannya di mana pun. Akhirnya, Siwa dan para pengikutnya menyadari bahwa hanya ada satu dapur umum yang masih beroperasi di Bumi, tepatnya di kota Varanasi (Kashi), yang masih memiliki stok makanan.
Siwa pergi ke Kashi untuk meminta makanan. Setiba di sana, dia menyadari bahwa dapur itu dimiliki dan dikelola oleh Parwati, tetapi dalam wujud Anapurna. Sang dewi mengenakan busana ilahi berwarna ungu dan cokelat, yang dihiasi dengan ornamen-ornamen kecil. Dia duduk di singgasana, melayani dan membagikan makanan kepada para dewa dan warga dunia yang menderita kelaparan. Anapurna mempersembahkan makanannya sebagai sedekah kepada Siwa dan membuatnya menyadari bahwa sebagai Brahman, Siwa mungkin telah mengatasi rasa lapar, tetapi para pengikutnya belum.[2]
↑Williams, Monier. "Monier-Williams Sanskrit-English Dictionary". faculty.washington.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 26 January 2017. Diakses tanggal 18 November 2017. annapūrṇa: pūrṇa mfn. filled with or possessed of food; (ā), f. N. of a goddess, a form of Durgā
12P., Dr. Arundhati (2001). Annapurna - a bunch of flowers of Indian Culture. New Delhi: Concept Publishing Company. ISBN81-7022-897-2.