Jagadatri (Dewanagari: जगद्धात्री;,IAST:Jagaddhatrī,;Bengali: জগদ্ধাত্রী; terj. har.'Penopang Dunia') adalah salah satu aspek dari dewi HinduDurga, yang terutama disembah di daerah Benggala Barat dan negara bagian India lainnya seperti Odisha dan Jharkhand.[1][2] Para pemuja menyembahnya sebagai sosok dewi yang melindungi dunia sekalian isinya.[3] Dia dipadankan dengan sosok Mahadurga dalam Siwapurana. Dalam kitab suci Hindu lainnya, dia juga disebut dengan nama Uma-Hemawati.[4]
Legenda Jagadatri terinspirasi dari suatu episode dalam pustaka HinduKenopanisad (Kena-upanisad). Dalam Katyayani Tantra dikisahkan bahwa setelah Dewi Durga membunuh Mahisasura, para dewa di Swarga mengabaikan kekuatan yang dimilikinya. Maka dari itu, Parwati (aspek dari Durga) muncul di hadapan Dewa Agni, Bayu, Baruna, dan Candra, sebab mereka berpikir bahwa diri mereka tidak terkalahkan dan sesumbar akibat ahamkara (ego). Dia meminta mereka untuk mengenyahkan segenggam rumput. Namun, Bayu gagal mencabutnya, Agni gagal membakarnya, demikian pula para dewa lainnya. Akhirnya mereka menyadari bahwa sang dewi merupakan sumber seluruh tenaga di alam semesta, bahkan tenaga para dewa sekalipun. Sang dewi menampakkan wujudnya sebagai sosok Durga yang mengendarai singa.
Dalam kisah, sang dewi disetarakan dengan Brahman. Sedangkan ego para dewa bermanifestasi dalam bentuk gajah. Maka dari itu, Jagadatri digambarkan sebagai dewi yang mengendarai singa di atas gajah.[8] Gajah melambangkan ahamkara, terinjak oleh kaki bercakar dari wahana singa sang dewi, yang melambangkan keberanian, kegagahan, dan kekuatan yang mampu menaklukkan berbagai rintangan, termasuk perjuangan seseorang dalam menaklukkan Sadripu (enam musuh) dalam diri.