Dalam agama Hindu secara umum, Bairawa juga disebut Dandapani (Daṇḍapāni; "[yang memegang] danda di tangan[nya]"), karena dia membawa tongkat atau danda untuk menghukum orang yang bersalah. Dia disebut pula Swaswa (Śvāśva; "[yang] kendaraannya [adalah] anjing").[5] Dalam BuddhismeVajrayana, dia dianggap sebagai emanasi yang menakjubkan dari bodhisatwaMañjuśrī, dan juga disebut Heruka, Vajrabhairava, Mahākāla, dan Yamantaka.[6][7]
Dia digambarkan berhiaskan belitan ular yang dikenakan sebagai anting, gelang, gelang kaki, dan tali kasta (yajnopavita). Dia mengenakan cawat kulit harimau dan berhiaskan rangkaian tengkorak manusia.[10]
↑Kramrisch, Stella (1994). The Presence of Śiva. Princeton, NJ: Princeton University Press. p. 471. ISBN0691019304
↑Gopal, Madan (1990). Gautam, K.S. (ed.). India through the ages. Publication Division, Ministry of Information and Broadcasting, Government of India. hlm.76.