Cakraprasada (Dewanagari: चक्रप्रसाद;,IAST:Cakraprasāda,;arti: "Pemberian cakram") adalah salah satu aspek DewaSiwa dalam ikonografi dan kepercayaan Hindu. Pada aspek ini, Siwa digambarkan sebagai dewa yang memberikan senjata cakram kepada Wisnu. Wujud ini tercatat dalam kitab Ajitagama, salah satu sastra Saiwa-agama (buku tentang pemujaan kepada Siwa, khususnya aliran Saiwa Siddhanta) yang berkembang di India Selatan.[1]
Arti dan nama lain
Dalam bahasa Sanskerta, Cakraprasāda berarti pemberian cakram (Cakra Sudarsana). Hal tersebut mengacu kepada penggambaran aspek Siwa sebagai pemberi cakram kepada Wisnu. Arca atau lukisan yang menggambarkan kejadian itu disebut pula Cakraprasādamūrti, artinya "wujud [Siwa sebagai] pemberi cakram. Di samping itu, Cakraprasadamurti dikenal pula dengan sebutan sebagai berikut:
Cakradanamurti (चक्रदानस्वरूपमूर्ति Cakradānamūrti): wujud [Siwa yang melakukan] penghibahan cakram—kepada Dewa Wisnu.[2]
Wisnwanugrahamurti (विष्ण्वनुग्रहमूर्ति Viṣṇvanugrahamūrti): wujud [Siwa sebagai] pemberi anugrah kepada Wisnu.[3]
Legenda
Menurut kepercayaan Hindu aliran Saiwa, cakram milik Wisnu pernah hancur berkeping-keping setelah konflik dengan Resi Dadici.[4] Maka dari itu, Wisnu tidak punya senjata lagi untuk melawan asura dan makhluk jahat lainnya. Dia pun memohon senjata cakram kepada Dewa Siwa, sebab Siwa memiliki cakram yang pernah digunakan untuk membunuh raksasa bernama Jalandara. Agar Siwa berkenan, Wisnu berjanji untuk mempersembahkan 1008 bunga teratai—dengan satu kuntum mewakili satu nama lain Siwa[5]—setiap hari sampai senjata itu diberikan.[6]
Pada suatu hari, Siwa menguji Wisnu dengan cara menyembunyikan satu teratai yang akan dipersembahkan. Menyadari bahwa jumlah persembahannya tidak lengkap, Wisnu mencungkil matanya sendiri yang tampak seperti kelopak bunga teratai,[7] lalu menghaturkannya sebagai penggenap persembahan.[8] Siwa terkesan dengan tindakan Wisnu, lalu menyerahkan senjata cakramnya kepada Wisnu, yang kini dikenal sebagai Cakra Sudarsana.[4]
↑Vanamali (2013-10-04). "Chapter 23". Shiva: Stories and Teachings from the Shiva Mahapurana (dalam bahasa Inggris). Simon and Schuster. ISBN978-1-62055-249-0.
↑Horace Hayman Wilson (1840), "Chapter VII - By what means men are exempted from the authority of Yama", Vishnu Purana, Delhi: Motilal Banarsidass, ISBN8171102127