Jwara (Dewanagari: ज्वर;,IAST:Jvara,;arti: "demam"), juga disebut Jwarasura (Dewanagari: ज्वरासुर;,IAST:Jvarāsura,ज्वरासुर), adalah personifikasi atau perwujudan dari demam, menurut kepercayaan Hindu. Dalam mitologi Hindu, dia menyebarkan demam atas restu dari Dewa Siwa. Dia juga ditunjuk sebagai pengiring—atau kadangkala sebagai pelayan—dari Dewi Sitala, dewi penguasa penyakit.
Legenda
Menurut cerita Hindu, Dewa Siwa tidak diundang menghadiri acara Daksayadnya yang diselenggarakan oleh mertuanya, sehingga Dewi Sati bersedih. Menyaksikan kegalauan istrinya, mata ketiga Siwa mengeluarkan setetes keringat, dan dari situ muncullah makhluk menakutkan yang berkilauan seperti api. Makhluk tersebut bertubuh kerdil, matanya melotot, berkumis hijau, dengan rambut tegak di kepala dan sekujur tubuhnya, seperti gabungan antara elang dengan burung hantu, berkulit gelap dan berbusana merah darah. Dewa Siwa menamakan makhluk itu Jwara, lalu dia menebarkan demam ke seluruh dewa.[2]
Pada suatu ketika, Dewa Wisnu terserang demam yang disebarkan Jwara. Lalu, dengan senjata Cakra Sudarsana, sang dewa menebas tubuh Jwara menjadi tiga potongan. Kemudian Jwara dihidupkan kembali oleh Dewa Brahma. Namun, dari setiap potongan tubuhnya tumbuh bagian tubuh yang baru.[3][4] Maka dari itu Jwara digambarkan dengan tiga kepala, tiga kaki, dan kemampuan untuk berpindah cepat ke segala arah. Dia pun ditunjuk sebagai pelayan dewi penyakit, Sitala.[3]