Kata śāstā merupakan istilah umum dalam bahasa Sanskerta yang dapat berarti guru, pembimbing, tuan, atau penguasa.[5] Di kawasan India Selatan, beberapa dewa dianggap sepadan atau identik dengan Sasta. Lagu berbahasa TamilShasta Varavu menyebutkan bahwa ada delapan wujud atau inkarnasi dari Sasta. Hal tersebut juga terdapat dalam sastra AgamaDyanaratnawali. Delapan Sasta (Astasasta) yaitu: Adimahasasta, Darmasasta (Ayyappan), Gnanasasta, Kalyanawaradasasta, Samohanasasta, Santanapraptisasta, Wedasasta, dan Wirasasta.[6]Brahmasasta merupakan istilah lainnya yang dihubungkan dengan Dewa Kartikeya.[7]
Legenda
Dalam kitab Brahmandapurana dikisahkan bahwa Resi Narada berkabar kepada Dewa Siwa tentang penjelmaan Wisnu (Mohini) yang kecantikannya memesona para asura lalu menghancurkan mereka. Siwa tidak yakin dengan penuturan Narada, lalu dia dan Parwati (istrinya) memutuskan untuk pergi mencari kebenaran di kediaman Wisnu. Di sana, Siwa memohon agar Wisnu bersedia menampakkan wujud sebagai Mohini sekali lagi. Wisnu pun memenuhi permohonan tersebut. Setelah Mohini muncul, timbullah nafsu pada diri Siwa untuk menyentuh Mohini. Akibatnya, Mohini kabur sedangkan Parwati terbakar oleh kemarahan dan cemburu. Pada akhirnya, Siwa berhasil mengejar Mohini. Saat tubuh mereka bersentuhan, Siwa mengeluarkan air mani yang kemudian berubah menjadi Sasta. Mohini pun lenyap, lalu Siwa dan Parwati pulang ke kediaman mereka.[8][9]
Pada umumnya Sasta diidentikkan dengan dua dewa Hindu lokal: Ayyappa di Kerala, dan Aiyanar di Tamil Nadu (atau kalangan orang Tamil). Dia juga dipadankan dengan Dewa Skanda (Kartikeya) dan Hanoman.[10] Dalam kisah asal-usul Ayyappa diuraikan bahwa Dewa Siwa menghamili Mohini (awataraWisnu), kemudian lahirlah Ayyappa. Mereka menelantarkan Ayyappa, lalu seorang raja memungut dan merawatnya. Legenda tersebut menegaskan bahwa Ayyapa lahir dari paha Wisnu sebab Mohini tidak memiliki rahim sejati.[11]
Versi lain mengisahkan bahwa Ayyappa terbentuk dari air mani Siwa, yang keluar saat sang dewa "menyentuh" Mohini.[12] Maka Ayyappa disebut pula Hariharaputra, "putra Wisnu (Hari) dan Siwa (Hara)", dan tumbuh menjadi pahlawan besar.[13] Menurut kisah lainnya, setelah binasanya raksasa Surpanaka, Siwa berniat menemui Mohini. Akibat terpesona akan kecantikannya, maka mereka bercinta sehingga lahirlah Ayyapppa.