Parjanya diumpamakan sebagai ambing, kilat adalah putingsapi, sedangkan hujan melambangkan dengan susu. Terkadang, dia juga dianggap sebagai banteng-hujan yang dikendalikan oleh Indra yang mahakuasa. Guntur yang menggelegar adalah aumannya. Dia merupakan pengatur buluh yang tumbuh pesat di musim hujan. Dia juga dipercaya sebagai pelindung para pencari pencerahan, dan tandingan bagi api yang mencelakakan.[3]