Kailasa merupakan kediaman mulia sang dewa, tempat tinggal para makhluk gaib seperti kinnara, apsara, dan gana. Gunung ini menjulang tinggi dan menampilkan keindahan luar biasa dengan puncak-puncaknya yang dikelilingi batu permata berharga. Kailasa memiliki aura spiritual dan keagungan yang memukau. Keindahannya menimbulkan rasa takjub yang mendalam. Sungai Gangga yang suci mengalir dari kediaman Dewi Satī dan membawa kesucian ke wilayah tersebut.[2]
Kailasa dijaga oleh sekelompok gana yang dipimpin oleh Nandini, wahana Dewa Siwa.[3] Menurut kitab-kitab Purana, Siwa dan Parwati sering terlibat dalam diskusi tentang filsafat Hindu saat bersantai di Kailasa.[4] Para dewa-dewi diyakini berkumpul di Kailasa untuk menyaksikan Siwa beralih rupa menjadi Nataraja dan melakukan tarian semesta.[5]
Umat Hindu meyakini Kailasa sebagai Gunung Meru yang dianggap tangga menuju Swarga ("surga"), kediaman para dewata.[6] Meru dipercaya sebagai pusat alam semesta dan memiliki tinggi 139.440km (86.640mi), menghubungkan Bumi dengan dunia bawah dan surga, sementara Siwa berdiam di puncak gunung tersebut.[7]