Dalam agama Hindu, Pancamahabuta (Dewanagari: पञ्चमहाभूत;,IAST:pañcamahābhūta,पञ्चमहाभूत) adalah lima unsur pembentuk alam semesta dan seluruh isinya, seperti unsur padat, cair, cahaya, udara, dan ruang.[1]
Pancamahabuta sendiri terdiri dari kata Panca berarti lima, dan kata Maha Bhuta berarti Penyusun unsur kasar (dapat didefinisikan dan kasat mata), kelima unsur ini merupakan penyusun utama bhuana agung (makrokosmos/alam semesta) dan bhuana alit (mikrokosmos/manusia). Panca Mahabhuta sebagai penyusun alam semesta, gaib dan abadi yaitu Cetana dan Acetana yang juga disebut sebagai sebab mula terciptanya segala yang ada (causa prima).
Cetana berkedudukan di atas, berwujud kesadaran tertinggi dan Acetana berkedudukan di bawah berwujud maya (lupa). Pertemuan Cetana dan Acetana menciptakan Purusa dan Pradana yang merupakan sumber roh dan materi. Pertemuan Purusa dan Pradana menghasilkan (menciptakan) citta-guna. Pertemuan setiap citta dan guna ini akan menghasilkan Panca Tan Matra dan Pancamahabuta.
Kelima unsur tersebut bercampur menjadi satu membentuk brahmanda-brahmanda atau planet-planet yang terdapat pada alam semesta ini. Setiap planet yang ada di alam semesta memiliki kadar unsur yang lebih menonjol dari unsur yang lain, sehingga terdapat planet yang berbeda. Unsur Pañca mahābhūta merupakan unsur nyata dalam kehidupan ini. Untuk mengetahui lebih lanjut bahwa unsur Pañca mahābhūta merupakan unsur nyata.
Manusia dan alam semesta memiliki kesamaan unsur-unsur pembentuknya. Jika alam di sekitar manusia mengalami perubahan maka manusia juga mengalami perubahan sehingga dapat menyelaraskan diri. Manusia yang mampu menyelaraskan diri akan mampu menjaga kesehatan dirinya serta lingkungannya, sedangkan jika manusia tidak mampu menyelaraskan diri dapat menyebabkan terjadi ketidakseimbangan dalam dirinya seperti sakit, kondisi tidak enak/fit serta hal yang lainnya.
Alam Semesta (bhuana agung) dan Manusia (bhuana alit) memiliki hubungan yang sangat erat yakni:
Bhuana agung dan bhuana alit sama diciptakan Sang Hyang Widhi sebagai pemilik sumber hidup.
Bhuana agung dan bhuana alit memiliki unsur-unsur yang sama, yakni sama-sama dibentuk oleh unsur panca Mahabhuta.
Bhuana agung dan bhuana alit dalam kehidupan ini saling melengkapi, alam memberikan kebutuhan manusia, manusia bertugas menjaga alam.
Bhuana agung dan bhuana alit saling memengaruhi sebab unsurnya sama. Manusia yang tinggal di daerah yang unsur cairnya tinggi perlu menyesuaikan diri dengan alam, karena jika tidak maka manusia tersebut tidak akan mampu bertahan.