Om (atau aum) adalah suku kata suci dan keramat dalam agama-agama dari India, yaitu agama Hindu, Buddha, dan Jaina. Om juga dieja Oṃ, ditulis dalam aksara Dewanagari sebagai ॐ dan औम्, dalam bahasa Sanskerta dikenal sebagai praṇavaप्रणवcode: sa is deprecated (Suara Kosmis) atau auṃkāra (juga dieja Omkāra) ओंकारcode: sa is deprecated (secara harfiah berarti "suku kata auṃ").
Om biasanya dilafalkan sebagai vokalbulathampir tertutuppanjang atau lantang yang disengaukan (IPA: [õːː]). Penyengauan ini dalam perkembangannya di kalangan spiritual Jawa dibunyikan menjadi oṅ (dibaca "ong") atau hoṅ (dibaca "hong"), yang biasa digunakan dalam pembacaan mantera atau suluk para dalang cerita wayang purwa.[1]
Kata tersebut terkandung pada bagian awal mantra-mantraHindu sebagai kata yang paling suci yang dilantunkan pada pendahuluan dan akhir pembacaan Weda atau sebelum memulai doa atau mantra. Kitab Māndukya Upanishad secara garis besar mengandung penjelasan tentang suku kata tersebut. Kata tersebut terdiri dari tiga fonem, [a], [u] dan [m], melambangkan Trimurti atau tiga jenjang kehidupan (kelahiran, kehidupan, dan kematian).
Tulisan
Bentuk suku kata suci Om berbeda-beda, tergantung aksara masyarakat setempat. Agama Jaina juga menuliskan suku kata Om dengan bentuk yang khas. Berikut ini ditampilkan beberapa penulisan pada aksara-aksara turunan Brahmi maupun piktograf Tiongkok.