Karyanya dalam bahasa Sanskerta menghimpun doktrin Adwaita, persatuan atman dan Nirguna Brahman, yakni brahman tanpa atribut.[7] Karya-karyanya menguraikan pemikiran-pemikiran yang terdapat dalam Upanishad. Ia juga menulis penafsiran terhadap suplemen-suplemen Weda (Brahma Sutra, Upanishad utama, dan Bhagawadgita) dalam upaya mendukung tesisnya.
Pengkritik utama terhadap karyanya adalah mazhab Mimamsa, meskipun ia juga melemparkan argumen menentang pandangan beberapa mazhab seperti Samkhya, dan beberapa mazhab agama Buddha.[7][8]
Shankara mengembara di anak benua India untuk menyebarkan filsafatnya melalui diskusi dan debat dengan filsuf lainnya. Ia menekankan pentingnya hidup melepaskan diri dari ikatan duniawi sebagaimana diajarkan dalam Upanishad dan Brahma Sutra, pada saaat mazhab Mimamsa menekankan ritualisme yang ketat dan mengabaikan hidup sebagai petapa. Shankara masyhur sebagai pendiri empat matha ("biara"), yang membantu perkembangan, kebangkitan, dan penyebaran Adwaita Wedanta sehingga ia dikenal sebagai revivalis agung.[6] Dipercaya bahwa Adi Shankara adalah pengorganisir perguruan Dashanami dan pendiri tradisi Shanmata.
Catatan
↑Para sarjana modern memperkirakan kelahiran Shankara pada awal abad ke-8 M (sekitar 700—750).[2] Para sarjana sebelumnya memperkirakan tahun 788—820 M.[2] Pendapat lainnya adalah 686—718 M, 44 SM,[3] atau 509—477 SM.[4]
Comans, Michael (2000). "The Method of Early Advaita Vedānta: A Study of Gauḍapāda, Śaṅkara, Sureśvara, and Padmapāda". Delhi: Motilal Banarsidass Pemeliharaan CS1: Postscript (link)
Sharma, Chandradhar (1962). Indian Philosophy: A Critical Survey. New York: Barnes & Noble.
Shetty, V. T. Rajshekar (2002). "Caste, a nation within the nation: recipe for a bloodless revolution". Books for Change Pemeliharaan CS1: Postscript (link)