Pencarian 800 kuda
Untuk memenuhi permintaan sang guru, Galawa merasa susah, tetapi ia tetap berusaha mewujudkannya. Dalam pencariannya, ia dibantu oleh temannya, Sang Garuda. Atas saran Garuda, mereka menuju ke istana Raja Yayati, seorang raja dari Dinasti Candra yang masyhur akan kekayaan dan kemurahan hati. Sesampainya di sana, Yayati mengaku bahwa ia tidak memiliki apa yang dicari oleh Galawa. Namun, ia menawarkan putrinya yang bernama Madawi untuk membantu Galawa. Yayati menyarankan agar Galawa mencari seorang raja yang memiliki kuda sebagaimana yang dicari Galawa. Kemudian Galawa harus menjodohkan Madawi dengan raja tersebut sebagai ungkapan terima kasih atas kuda yang diberikan.[4]
Pertama, Galawa mendapati bahwa kuda yang ia cari dimiliki oleh Raja Haryaswa di Ayodhya, tetapi jumlahnya hanya 200. Galawa tetap menikahkan Madawi dengan Haryaswa agar memperoleh kuda tersebut, tetapi karena jumlahnya kurang, maka ia akan menarik kembali Madawi setelah Madawi melahirkan seorang keturunan bagi sang raja. Kemudian Galawa menemukan bahwa Raja Diwodasa dan Raja Usinara juga memiliki kuda yang dimaksud tetapi masing-masing hanya berjumlah 200 ekor. Sebagaimana halnya Raja Haryaswa, mereka pun dinikahkan dengan Madawi tetapi dipisahkan setelah Madawi melahirkan.
Akhirnya setelah menikahkan Madawi dengan 3 raja, Galawa berhasil memperoleh 600 kuda. Dalam pencariannya akan 200 kuda terakhir, Garuda menyampaikan suatu informasi penting kepadanya. Garuda membeberkan bahwa di dunia ini hanya ada 1000 kuda berbulu putih dengan kuping hitam sebelah. Kuda-kuda tersebut merupakan mahar Resi Recika yang meminang Satyawati putri Raja Kaniakubja―diperoleh dari kediaman Dewa Baruna. Setelah menerima mahar tersebut, sang raja menyelenggarakan suatu yadnya (upacara) agung, dan menghibahkan kuda-kuda tersebut kepada kaum brahmana. Kaum brahmana kemudian menjualnya kepada raja-raja. Haryaswa, Usinara, dan Diwodasa merupakan para raja yang membeli kuda-kuda tersebut, masing-masing sejumlah 200 ekor. Sisa 400 kuda lainnya telah tenggelam di sungai Witasta. Atas saran Garuda, Galawa mempersembahkan Madawi kepada Wiswamitra sebagai pengganti 200 kuda terakhir. Wiswamitra pun berkenan dan menyatakan bahwa Galawa telah melunasi pembayarannya.[5]