Korupsi di MozambikTingkat kesenjangan kemiskinan di Mozambik yang dipengaruhi oleh korupsi.
Korupsi di Mozambik merupakan masalah sistemik yang telah merasuki berbagai sektor pemerintahan dan ekonomi negara.[1] Meskipun terdapat upaya reformasi hukum dan institusional, praktik korupsi tetap meluas, menghambat pembangunan dan memperburuk ketimpangan sosial.
Dalam Indeks Persepsi Korupsi oleh Transparency International tahun 2024, Mozambik memperoleh skor 25 dalam skala dari 0 ("sangat korup") hingga 100 ("sangat bersih"). Berdasarkan peringkat skor, ozam ik bdi posisi ke-146 dari 180 negara dalam indeks tersebut, di mana negara yang menempati peringkat pertama dianggap memiliki sektor publik paling jujur.[2] Sebagai perbandingan regional, skor rata-rata negara-negara di Afrika Sub-Sahara adalah 33. Skor terbaik di kawasan tersebut adalah 72, sedangkan skor terburuk adalah 8.[3] Untuk perbandingan global, skor terbaik adalah 90 (peringkat 1), skor rata-rata adalah 43, dan skor terburuk adalah 8 (peringkat 180).[4] Menurut laporan USAID yang ditulis pada tahun 2005, "tingkat dan cakupan korupsi di Mozambik sangat mengkhawatirkan".[5]
Pada Juli 2011, pemerintah mengusulkan undang-undang anti-korupsi baru untuk mengkriminalisasi penggelapan, penyalahgunaan pengaruh, dan suap, menyusul berbagai kasus pencurian uang negara. Usulan ini telah disetujui oleh Dewan Menteri negara tersebut. Mozambik telah menghukum dua mantan menteri atas kasus suap.[6] Pada tahun 2012, pemerintah Provinsi Inhambane mengungkap penyelewengan dana publik oleh Direktur Kantor Anti-Narkoba Provinsi, Calisto Alberto Tomo. Ia terbukti bersekongkol dengan akuntan kantor tersebut, Recalda Guambe, untuk mencuri lebih dari 260.000 meticais antara tahun 2008 dan 2010.[7] Pemerintah Mozambik telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah korupsi, dan beberapa perkembangan positif dapat diamati, seperti pengesahan beberapa rancangan undang-undang anti-korupsi pada tahun 2012.[8]