Korupsi di EtiopiaLambang Komisi Antikorupsi Etiopia.
Korupsi di Etiopia merupakan masalah yang signifikan dan meluas. Terdapat beberapa sektor yang berkontribusi terhadap korupsi di Ethiopia, di mana sektor bisnis sangat rentan. Distribusi dan administrasi lahan merupakan sektor di mana korupsi sudah mengakar, dan pembayaran pelicin serta suap sering kali diminta dari pelaku usaha ketika mereka menangani urusan yang berkaitan dengan lahan.[1]
Korupsi juga terjadi saat pelaku usaha mengurus izin dan lisensi akibat birokrasi yang rumit. Pengadaan barang dan jasa publik juga sangat terganggu oleh korupsi, dengan berbagai bentuk penyimpangan seperti proses tender yang tidak transparan dan pemberian kontrak kepada individu yang memiliki hubungan dekat dengan pemerintah dan partai penguasa.[1]
Korupsi juga telah dikaitkan dengan pelanggaran hak asasi manusia yang dilaporkan menyebabkan kerusuhan luas di Ethiopia sejak 2015.[2] Perubahan kepemimpinan negara pada tahun 2018 menyebabkan terjadinya beberapa penangkapan dan diharapkan akan membawa perubahan status quo. Namun, The Reporter berpendapat bahwa upaya antikorupsi yang berkelanjutan belum menghasilkan penangkapan yudisial dan penutupan kasus sampai akhir.[3]
Dalam Indeks Persepsi Korupsi 2024 oleh Transparency International, Ethiopia meraih skor 37 pada skala 0 ("sangat korup") hingga 100 ("sangat bersih"). Berdasarkan peringkat skor, Ethiopia menempati posisi ke-99 dari 180 negara dalam indeks tersebut, di mana negara yang berada di peringkat pertama dianggap memiliki sektor publik paling jujur.[4] Sebagai perbandingan regional, skor rata-rata negara-negara di Afrika Sub-Sahara adalah 33. Skor tertinggi di Afrika Sub-Sahara adalah 72, sementara skor terendah adalah 8.[5] Untuk perbandingan global, skor tertinggi adalah 90 (peringkat 1), skor rata-rata adalah 43, dan skor terendah adalah 8 (peringkat 180).[6]
Komisi Etika dan Anti-Korupsi Federal Etiopia (FEACC) adalah lembaga anti-korupsi yang didirikan pada tahun 2001. Lembaga ini bertanggung jawab kepada Perdana Menteri dan memiliki kewenangan untuk mencatat kekayaan pejabat pemerintah.