Korupsi di Kamerun disebut sebagai "rahasia umum terbesar Kamerun"[1] dan "masalah yang berkepanjangan".[2] Kepolisian dipandang oleh masyarakat Kamerun sebagai lembaga paling korup dalam pemerintahan.
Indeks Persepsi Korupsi oleh Transparency International tahun 2024 memberikan Kamerun skor 26 dalam skala dari 0 ("sangat korup") hingga 100 ("sangat bersih"). Berdasarkan peringkat skor, Kamerun menempati posisi ke-140 dari 180 negara dalam Indeks tersebut, di mana negara dengan peringkat pertama dianggap memiliki sektor publik paling jujur.[3] Sebagai perbandingan dengan skor regional, rata-rata skor di antara negara-negara Afrika Sub-Sahara adalah 33. Skor tertinggi di kawasan tersebut adalah 72, sedangkan skor terendah adalah 8.[4] Untuk perbandingan dengan skor global, skor tertinggi adalah 90 (peringkat 1), skor rata-rata adalah 43, dan skor terendah adalah 8 (peringkat 180).[5]
Salah satu kasus yang menonjol ialah yang melibatkan mantan perdana menteri, Ephraim Inoni, yang dijatuhi hukuman penjara karena penggelapan dana. Beberapa sektor dengan risiko korupsi tinggi, seperti bea cukai dan pengadaan barang publik, menjadi hambatan dalam berbisnis di Kamerun.[6]
Pemerintah Kamerun telah mengambil beberapa langkah untuk menangani masalah korupsi di negara tersebut: guna meningkatkan transparansi di sektor minyak, Kamerun bergabung dengan Inisiatif Transparansi Industri Ekstraktif pada akhir tahun 2013.[6]