Korupsi di Benin merupakan isu serius yang memengaruhi berbagai sektor. Meskipun pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk memerangi praktik korupsi, tantangan tetap ada. Menurut Indeks Persepsi Korupsi 2024 yang dirilis oleh Transparency International, Benin memperoleh skor 45 pada skala 0 ("sangat korup") hingga 100 ("sangat bersih"). Berdasarkan peringkat skor, Benin menempati peringkat ke-69 dari 180 negara dalam indeks tersebut, di mana negara dengan peringkat pertama dipersepsikan memiliki sektor publik yang paling jujur.[1] Sebagai perbandingan dengan skor rata-rata di kawasan, skor rata-rata negara-negara sub-Sahara Afrika adalah 33. Skor terbaik di kawasan sub-Sahara Afrika adalah 72 dan yang terburuk adalah 8.[2] Sebagai perbandingan dengan skor global, skor terbaik adalah 90 (peringkat 1), skor rata-rata adalah 43, dan skor terburuk adalah 8 (peringkat 180).[3] Skor ini menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di mana naik satu peringkat dari tahun lalu, tetapi masih menunjukkan bahwa korupsi tetap menjadi masalah yang signifikan di negara tersebut. Pada tahun 2023, Benin masuk dalam 10 besar negara Afrika paling tidak korup, bersaing ketat dengan Ghana dan Senegal.[4]
Korupsi di Benin meluas di sektor publik dan swasta, mencakup berbagai bentuk penyimpangan seperti penggelapan dana negara, manipulasi dalam proses rekrutmen, kecurangan di sektor kepabeanan dan maritim, serta praktik favoritisme dan nepotisme.[5] Fenomena ini kerap terhubung dengan bentuk kejahatan lainnya, termasuk pencucian uang, penyalahgunaan sumber daya publik, dan pengayaan diri secara tidak sah. Pada Juni 2023, Pengadilan Repressif Ekonomi dan Terorisme (CRIET) melaporkan telah menangani 50 kasus korupsi, tidak termasuk pelanggaran lain yang berkaitan.[6]