Paus Inosensius III (Latin: Innocentius IIIcode: la is deprecated ; lahir Lotario de' Conti di Segni; 22 Februari 1161 – 16 Juli 1216)[1] adalah PausGereja Katolik Roma dan penguasa Negara Kepausan sejak 8 Januari 1198 hingga kematiannya pada tahun 1216.
Paus Inosensius adalah salah satu paus Abad Pertengahan yang paling berkuasa dan berpengaruh. Ia memiliki pengaruh luas atas negara-negara Kristen di Eropa, mengklaim supremasi atas semua raja di Eropa. Ia berperan sentral dalam mendukung reformasi Gereja Katolik terhadap urusan gerejawi melalui dekretnya dan Konsili Lateran Keempat. Hal ini menghasilkan penyempurnaan yang cukup besar pada hukum kanon Barat. Ia juga terkenal karena menggunakan larangan dan teguran untuk memaksa para pangeran mematuhi keputusannya, meskipun tindakan-tindakan ini tidak selalu berhasil.
Inosensius III lahir dengan nama Lotario de' Conti di Segni pada sekitar 1160 atau 1161, ayahnya adalah bangsawanLombard dari Segni; ibunya, Clarissa, dari keluarga Scotti atau (Scorta) dari Roma.
Ia mendapat pendidikan di Roma, Paris, dan Bologna. Di Roma, dia belajar di Biara St. Andrew dari Peter Ismael, yang di kemudian hari diangkat sebagai Uskup Sutri. Di Paris, ia dididik oleh Peter dari Corbeil, yang di kemudian hari ia angkat sebagai Uskup Cambrai dan Uskup AgungSens.[2]
Ia adalah tipikal orang yang sulit untuk berkompromi serta memiliki keinginan yang besar dalam menciptakan kedisiplinan pada gereja. Inosensius III tidak segan untuk memaksa Raja John dari Inggris untuk taat mengikuti keinginannya dan memberlakukan Interdict, pemogokan para rohaniwan yang dilarang menyelenggarakan semua upacara dan hanya beberapa upacara tertentu saja mereka diperbolehkan melaksanakannya, di seluruh Inggris. Terjadi perubahan yang begitu besar di dalam administrasi Gereja serta terlibat pula berbagai urusan politik. Ia dijuluki “ wakil Petrus”, tetapi Inosensius menuntut haknya untuk dikatakan sebagai”wakil Kristus”.