Paus Benediktus I (Latin: Benedictus Icode: la is deprecated ; meninggal 30 Juli 579) adalah uskup Roma dari 2 Juni 575 hingga kematiannya pada 30 Juli 579.[1] Masa kepausannya berlangsung selama ekspansi Lombardia di Italia dan selama kelaparan di Roma dan bagian lain dari Italia Bizantium.[2]
Kehidupan awal
Benediktus I lahir di Roma, tetapi informasi tentang tahun kelahirannya tidak tercatat dengan pasti. Ayahnya bernama Bonifasius, dan sedikit yang diketahui tentang keluarganya. Ia dipanggil Bonosus oleh orang Yunani.[3] Dalam tradisi Gereja, ia dikenal sebagai seorang yang setia, berkomitmen kepada imannya, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.
Pemilihan sebagai Paus
Paus Benediktus I dipilih sebagai penerus Paus Yohanes III pada masa yang sulit bagi Gereja dan Kekaisaran Romawi. Setelah wafatnya Yohanes III pada tahun 574, takhta kepausan kosong selama hampir sebelas bulan. Penundaan pemilihan ini terjadi akibat kekacauan yang disebabkan oleh invasi kaum Lombardia, yang mengancam stabilitas wilayah Romawi di Italia.[3]
Pada tahun 575, penobatan Benediktus sebagai Paus akhirnya disetujui oleh Kaisar Bizantium, yang pada waktu itu memerintah Italia sebagai bagian dari Kekaisaran Romawi Timur. Pada masa Kepausan Bizantin, penobatan kepausan wajib mendapatkan persetujuan dari kaisar.
Masa kepemimpinan
Masa kepemimpinan Benediktus I diwarnai oleh perjuangan untuk mempertahankan stabilitas Gereja di tengah situasi politik yang genting. Pada saat itu Italia dilanda kemiskinan, kelaparan, wabah penyakit, hingga banjir Sungai Tiber. Ditambah lagi, Kaum Lombard terus melakukan serangan ke wilayah Italia, termasuk Roma, sehingga menimbulkan ketakutan dan ketidakpastian di kalangan umat Kristen.[3]
Benediktus I dikenal karena usahanya dalam membantu masyarakat yang menderita akibat perang. Ia memberikan dukungan spiritual dan material kepada umatnya, termasuk membagikan makanan kepada orang-orang miskin di Roma.
Dalam bidang administratif, Benediktus I berupaya menjaga hubungan baik antara Roma dan Konstantinopel. Namun, konflik teologis dan politik antara Barat dan Timur terus menjadi tantangan bagi Gereja Katolik.
Karya dan warisan
Paus Benediktus I tidak meninggalkan tulisan teologis yang signifikan, tetapi ia dihormati karena kesetiaannya kepada iman dan perhatiannya terhadap kesejahteraan umatnya. Ia adalah seorang pemimpin yang rendah hati, yang lebih mengutamakan pelayanan kepada orang-orang yang membutuhkan daripada ambisi pribadi.
Meskipun masa kepemimpinannya singkat, ia dikenang sebagai seorang gembala yang setia dalam menjaga kawanan domba Kristus di tengah badai.
Wafat
Paus Benediktus I wafat pada tanggal 30 Juli 579 dan dimakamkan di Basilika Santo Petrus di Roma. Kematian Benediktus menandai akhir dari masa kepemimpinan yang penuh pengorbanan, tetapi ia meninggalkan warisan iman yang terus dikenang oleh Gereja.
Penghormatan
Gelar "Benediktus" kemudian digunakan oleh beberapa paus lainnya, termasuk Paus Benediktus XVI pada era modern. Nama tersebut mencerminkan semangat kesucian, kerendahan hati, dan pelayanan yang menjadi ciri khas kepemimpinan Paus Benediktus I.
↑Satu atau lebih kalimat sebelum ini memuat teks dari suatu penerbitan yang sekarang berada dalam ranah publik:Mann, Horace K. (1907). "Pope Benedict I". Dalam Herbermann, Charles (ed.). Catholic Encyclopedia. Vol.2. New York: Robert Appleton.;
↑Bertolini, Ottorino (2000). "Benedetto I". Enciclopedia dei Papi (dalam bahasa Italia). Istituto dell'Enciclopedia Italiana. Diakses tanggal 7 Juni 2026.