Paus Paskalis I (Latin: Paschalis Icode: la is deprecated ; meninggal 824) adalah uskup Roma dan penguasa Negara Kepausan dari tanggal 25 Januari 817 hingga kematiannya pada tahun 824.
Paskalis adalah anggota keluarga bangsawan Romawi. Sebelum terpilih menjadi Paus, ia adalah kepala biara St. Stefanus, yang melayani para peziarah. Di Roma pada tahun 823 ia menobatkan Lothair I sebagai Kaisar Romawi Suci. Ia membangun kembali sejumlah gereja di Roma, termasuk tiga basilika.
Kehidupan Awal dan Masa Kepausan
Kelahiran dan Masa Awal Hidup
Paskalis lahir di Roma, Italia, sekitar akhir abad ke-8. Nama lahirnya adalah Paschalis Massimi, berasal dari keluarga Kristen yang saleh. Ia dibesarkan dalam tradisi iman Katolik yang kuat dan sejak muda menunjukkan panggilan khusus untuk hidup religius. Paskalis bergabung dengan klerusRoma, di mana ia dikenal atas devosi mendalam dan kecakapannya dalam urusan liturgi.
Pemilihan sebagai Paus
Setelah wafatnya Paus Stefanus IV pada Januari 817, Paskalis terpilih secara aklamasi oleh para imam dan diakonRoma sebagai penerusnya. Pemilihannya berlangsung tanpa persetujuan langsung dari Kaisar Ludovikus yang Saleh, yang saat itu memerintah Kekaisaran Romawi Suci, suatu tindakan yang menegaskan kebebasan Gereja Roma dari kontrol kekaisaran.
Kepemimpinan Spiritual
Hubungan dengan Kekaisaran
Selama masa kepemimpinannya, Paus Paskalis I terus memperjuangkan independensi Gereja dari otoritas sekuler. Meskipun ada ketegangan dengan Ludovikus yang Saleh, Paskalis berhasil menjalin hubungan diplomatis yang damai. Ia mengukuhkan kedudukan Gereja Roma sebagai pusat spiritual Kekristenan dengan menegaskan hak-hak UskupRoma.
Pembangunan Gereja
Paus Paskalis I dikenal atas komitmennya dalam pembangunan dan restorasi gereja-gereja. Salah satu proyek terbesarnya adalah pembangunan kembali Basilika Santa Praxedes, yang dihias dengan mosaik indah yang menggambarkan surga dan para kudus. Ia juga memindahkan relik-relik sejumlah martir dari katakomba ke gereja-gereja Roma untuk melindungi mereka dari ancaman perusakan.
Pembaruan Liturgis
Paskalis memperbarui peribadatan dalam Gereja, khususnya dalam liturgi Misa dan doa. Ia menekankan pentingnya penghormatan terhadap martir dan penggunaan musik liturgis yang menginspirasi. Reformasi yang dilakukannya membawa pengaruh besar terhadap tradisi liturgis Barat.
Konflik dan Kontroversi
Meskipun dihormati atas karyanya, masa kepausan Paskalis tidak lepas dari kontroversi. Salah satu peristiwa yang menonjol adalah hukuman mati terhadap dua pejabat istana kepausan, Theodorus dan Leo, yang dituduh merencanakan makar. Kasus ini memicu kritik dari sebagian pihak, meskipun Paskalis sendiri menyangkal keterlibatannya.
Wafat dan Kanonisasi
Paus Paskalis I wafat pada 11 Februari 824 di Roma. Ia dimakamkan di Basilika Santo Petrus. Setelah wafatnya, reputasinya sebagai pemimpin suci dan pembaru Gereja berkembang. Ia dikanonisasi sebagai santo beberapa abad kemudian, dan devosi terhadapnya tersebar di berbagai wilayah Eropa.
Peringatan dan Warisan
Paus Paskalis I dihormati sebagai pelindung para pembaru liturgi dan pembangun gereja. Mosaik-mosaik yang dipesannya, khususnya di Basilika Santa Praxedes, dianggap sebagai mahakarya seni Kristen awal. Upayanya dalam menjaga kebebasan Gereja dari pengaruh duniawi menjadi warisan penting dalam sejarah Kekristenan.